Kreativitas
Akses Terowongan Menuju Bandra Internasional Soekarno Hatta Dihias Mural
Warga melukis dinding di terowongan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Lukisan dinding ini sepanjang lebih dari 200 meter.
Penulis: AndikaPanduwinata | Editor: Intan UngalingDian
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemandangan berbeda ada di akses terowongan menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Tepatnya di bawah Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta, kaum milenial melakukan aksi melukis dinding atau mural massal, Minggu (10/10/2021).
Pantauan Tribuntangerang.com, di dinding terowongan menuju bandara sepanjang lebih dari 200 meter menjadi media gambar kaum.
Gambar yang ditorehkan mereka beraneka ragam.
Seperti yang dilakukan Alfi-penggiat seni mural asal Tangerang ini. Dia menggambar wajah wanita di dinding tersebut.
"Saya gambar wajah setengah wanita, terutama bagian alisnya," ujar Alfi saat dijumpai Tribuntangarang.com, di terowongan menuju bandara, di lokasi, Minggu (10/10/2021).
Baca juga: Viral Mural RIP Keadilan di Tepi Kali Bayur Dihapus Asal , Masih Menyisakan Mural yang Lain
Baca juga: Update Lukisan Mural RIP Keadilan di Kali Bayu Periuk, Sama Nasibnya dengan Jokowi 404 Not Found
Menurutnya, gambar tersebut memiliki makna mendalam yakni mengenai emansipasi wanita dalam dunia seni.
"Seni grafiti ini, wanita juga bisa," kata gadis yang berkecimpung dalam dunia mural sejak tahun 2014.
Alfi mengatakan, komunitas tempatnya mengekspresikan diri diundang Kecamatan Benda untuk melukis di dinding.
Menurutnya, kegiatan mural itu sudah mendapatkan izin dari pemerintahan setempat.
"Dari Kecamatan bikin acara jamming mural, ya sudah pada datang ke sini," kata Alfi.
Baca juga: Kolong Tol Bandara Soetta Tempat Mural Jokowi 404 Not Found Tanpa Penerangan, Rawan Kejahatan
Baca juga: Viral Mural Jokowi 404 Not Found di Kolong Tol Kereta Bandara, Sekarang Sudah Dihapus
Seniman mural lainnya turut datang ke lokasi tersebut seperti Oliver--pelukis mural asal Bekasi.
"Saya dari Bekasi ada acara jamming di sini ya datang nge-gambar," ujar Oliver.
"Saya menggambar artis Indonesia tapi dia terkenalnya malah di luar negeri. Itu yang buat saya jadi inspirasi," katanya.
Oliver mengaku, menggambar di dinding harus merogoh kocek lebih Rp 500.000 untuk membeli Pilox dan peralatan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Mural11010.jpg)