Jumat, 8 Mei 2026

Kenaikan BBM Bikin Operasional Bus Sekolah Tangsel Tertekan

Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai berdampak terhadap anggaran operasional Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan. 

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
BUS SEKOLAH - Kenaikan harga Pertamina Dex membuat Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan kekurangan anggaran operasional sekitar Rp400 juta untuk bus sekolah dan mobil PJU pada 2026, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai berdampak terhadap anggaran operasional Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan. 

Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat memperkirakan kekurangan anggaran mencapai sekitar Rp400 juta akibat lonjakan harga Pertamina Dex.

Kenaikan harga BBM tersebut disebut membuat alokasi anggaran operasional kendaraan dinas pada tahun 2026 tidak lagi mencukupi. Terutama untuk kebutuhan operasional bus sekolah dan mobil penerangan jalan umum (PJU).

Ia mengungkapkan kenaikan paling terasa terjadi pada Pertamina Dex. Sementara penggunaan Dexlite di wilayah Tangerang Selatan dinilai masih cukup terbatas.

“Iya kenaikan di Pertamina Dex kan. Dexlite jarang di Tangsel, Pertamina Dex naik sekitar 70 persen,” ujar pihak Jajat Sudrajat dalam keterangan yang diterima TribunTangerang.com, Jumat (8/5/2026).

Akibat kenaikan itu, perhitungan anggaran yang sebelumnya telah disusun kini diperkirakan hanya mampu menutupi kebutuhan operasional hingga September 2026.

"Anggaran yang sudah kita alokasikan di 2026 kurang. Kalau dihitung-hitung sampai dengan bulan September,” katanya.

Ayep menyebut kebutuhan tambahan anggaran untuk menutup operasional BBM bus sekolah dan mobil PJU mencapai sekitar Rp400 juta. Tambahan itu diperlukan agar pelayanan publik tidak terganggu akibat keterbatasan bahan bakar kendaraan operasional.

“Kita sudah hitung kekurangannya itu untuk bus sekolah dan mobil PJU sekitar Rp400 juta kekurangannya,” ucapnya.

Dishub Tangsel, lanjut Ayep, telah mengajukan surat kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar dapat dilakukan penambahan anggaran melalui mekanisme pergeseran maupun perubahan APBD. 

“Makanya kita sudah bersurat ke TAPD untuk nanti di momen perubahan atau pergeseran nanti untuk BBM,” katanya.

Ayep khawatir apabila penambahan anggaran baru dilakukan pada perubahan APBD di akhir tahun, maka pelayanan publik berpotensi terganggu.

"Kalau di momen perubahan kita takutnya nanti perubahan di akhir tahun, November atau Oktober itu tidak sampai. Pelayanan kita akan terhambat,” pungkasnya.

Baca juga: Hari Ini Senin 4 April 2026, Harga BBM Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Lagi

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie memastikan bakal melakukan penyesuaian anggaran agar layanan bus sekolah tetap berjalan hingga akhir tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved