Breaking News:

HATI-HATI! Ribuan Data KTP Pengajuan Pinjol Dijual Rp7,5 Juta, Digunakan untuk Penipuan

Tersangka UA mengaku membeli ribuan data foto orang yang memegang KTP lewat akun telegram Raha.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/DesySelviany
Polisi rilis penipuan pinjaman online di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021) 

TRIBUNTANGERANG.COM, SEMANGGI - Ribuan data KTP dijual Rp7,5 juta lewat telegram. Diduga pelaku penjual ribuan KTP ialah oknum perushaaan Finansial Teknologi (Fintek).

Fakta itu didapat saat polisi berhasil meringkus dua penipuan pinjaman online yang sudah beraksi sejak Juni 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa pihak Subdit 4 Unit 2 Ditres Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil ringkus dua penipu Pinjol UA dan SM.

Tersangka UA mengaku membeli ribuan data foto orang yang memegang KTP lewat akun telegram Raha.

"Dia beli harga Rp7,5 juta untuk data pribadi berupa selfie bagi pemegang KTP. Setelah dapat data pribadi pelaku lakukan proses pembelanjaan secara online di aplikasi Tokopedia," tutur Yusri di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).

Kata Yusri data itu kemudian dipakai UA untuk mengajukan pinjaman kredit di Tokopedia lewat pembayaran homecredit.

Ada 150 data yang berhasil dipakai oleh UA untuk melakukan penipuan.

Saat ini kata Yusri, pihak kepolisian masih mencari pelaku penjual data pribadi tersebut.

Sementara itu Kanit 2 Ditres Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Imannuel Lumantobing mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan tersangka penjual data pribadi di telegram.

Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM

Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak Persyaratannya Berikut

Diduga, penjual ialah orang yang bekerja di Fintek atau pinjaman online karena bisa memiliki ribuan foto selfie orang dengan KTP.

"Misal pernah pinjaman online, pasti cara foto seperti itu, memberi KTP dan tunjukan muka itu umumnya digunakan syarat pengajuan kredit," jelas Imannuel.

Namun ia memastikan oknum penjual data pribadi bukan dari pihak Homecredit. 

Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna

Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember

Baca juga: Dampak Corona, Pemerintah Jepang Beri Setiap Anak hingga Usia 18 Tahun, Subsidi Uang Rp12,7 Juta

Sebab, pihak homecredit mengatakan tak ada user yang digunakan UA terdata di Fintek tersebut.

"Tapi dipastikan bukan dari homecredit karena semua user yang digunakan tak pernah pinjam di homecredit," ujarnya. (Des)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved