Banting Mahasiswa, Brigadir NP Dikenakan Sanksi Berlapis

Polda Banten dan Polresta Tangerang menggelar sidang disiplin terhadap Brigadir NP yang langsung disupervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
Instagram @seputartangsel
Viral video seorang anggota polisi membanting mahasiswa peserta demo di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021). Video polisi banting mahasiswa hingga tak sadarkan diri itu beredar di beberapa akun media sosial Instagram. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG SELATAN - Brigadir NP, oknum kepolisian yang membanting Fariz, salah seorang mahasiswa saat sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Tangerang beberapa waktu lalu, resmi ditetapkan bersalah, Kamis (21/10/2021).

Penetapan bersalah kepada Brigadir NP diberikan, usai Polda Banten dan Polresta Tangerang menggelar sidang disiplin terhadap Brigadir NP yang langsung disupervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Sidang dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang, KBP Wahyu Sri Bintoro selaku Atasan Hukum (Ankum) yang berwenang penuh.

Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna

Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember

Baca juga: Dampak Corona, Pemerintah Jepang Beri Setiap Anak hingga Usia 18 Tahun, Subsidi Uang Rp12,7 Juta

Sidang juga dihadiri oleh mahasiswa yang mendapat perlakuan kekerasan, Fariz dengan didampingi tiga orang temannya.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, Brigadir NP diputuskan bersalah, karena melanggar peraturan disiplin anggota Polri.

Akibat perbuatannya, Brigadir NP dikenakan sanksi berat secara berlapis, mulai dari penahanan selama 21 hari, mutasi, dan juga teguran secara tertulis.

"Brigadir NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan, serta memberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan," ujar AKBP Shinto Silitonga saat menggelar konfrensi pers di Polresta Tangerang, Kamis (21/10/2021).

Shinto menerangkan, sanksi berlapis yang ditetapkan kepada Brigadir NP, sesuai dengan perintah dari Kapolda Banten, yakni akselerasi penegakan hukum terhadap Brigadir NP.

"Putusan sidang ini menjadi representasi ketegasan Kapolda Banten dalam menindaklanjuti pelanggaran anggota secara cepat, efektif, transparan dan berkeadilan," terang Shinto.

Lebih lanjut Shinto menjelaskan, hal-hal yang memberatkan sanksi terhadap Brigadir NP pasca perlakuannya yang viral di sosial media men-smackdown Fariz.

Hal-hal yang memberatkan perbuatan Brigadir NP tersebut yakni, eksesif diluar prosedur, menimbulkan korban dan dapat menjatuhkan nama baik Polri.

Kendati demikian, fakta-fakta yang dibacakan saat persidangan yang meringankan sanksi terhadap Brigadir NP sendiri adalah Brigadir NP mengakui dan menyesali perbuatannya, bahkan meminta maaf secara langsung kepada korban dan keluarga.

Selain itu, Brigadir NP sendiri telah 12 tahun mengabdi tanpa pernah dihukum karena pelanggaran disiplin ataupun kode etik dan juga pidana. 

Kemudian, Brigadir NP juga aktif dalam pengungkapan perkara atensi publik seperti kejahatan jalanan, dan pembunuhan. 

Brigadir NP sendiri juga telah memiliki istri dengan tiga orang anak, dan Brigadir NP masih relatif muda.

"Setelah pelaksanaan sidang sekira dua jam dan setelah mendengarkan fakta-fakta dalam persidangan maka pimpinan sidang, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro membacakan putusan sidang yang menghasilkan sanksi bagi Brigadir NP," paparnya.

Menanggapi hasil putusan sidang disiplin tersebut, Bidpropam Polda Banten langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan pemberkasan Brigadir NP, dengan persangkaan pasal berlapis kepada terduga pelanggar dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

"Pasca pemeriksaan Fariz sebagai korban yang sudah dilakukan sejak Selasa (19/10/2021) lalu, Bidpropam Polda Banten telah menyempurnakan berkas perkara untuk segera menyidangkan Brigadir NP," tutup Shinto Silitonga.(m28)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved