Minggu, 3 Mei 2026

Berita Daerah

Ariza Berharap Harga Tes PCR yang Turun Bisa Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Wagub DKI Ahmad Riza Patria berharap penurunan harga tes PCR berdampak positif pada antisipasi penyebaran Covid-19.

Tayang:
warta kota/yolanda putri dewanti
Wagub DKI Ahmad Riza Patria meyakini penurunan harga tes PCR berdampak positif pada pengendalian virus Covid-19. 

"Kalau bisa di bawah Rp 100 ribu sama kayak India."

"Kalau di atas Rp 100 ribu terlalu memberatkan rakyat biasa," tuturnya, ditemui di drive thrue tes Covid-19 RS Pelni, Kamis (19/8/2021).

Rial cukup sering menggunakan PCR sebagai tuntutan pekerjaannya.

Ia sudah enam kali melakukan tes PCR sebelum pemerintah menetapkan harga eceran terendah (HET) untuk tes PCR.

Saat itu, Rial harus mengeluarkan kocek Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu untuk PCR.

Selain Rian, Dedi (28) juga keberatan dengan harga PCR maksimal Rp 500 ribu.

Menurutnya, harga itu belum terjangkau masyarakat.

Seharusnya kata Dedi, baik tes PCR dan swab antigen digratiskan untuk masyarakat.

"Harusnya untuk masyarakat free, karena kan pemerintah mau cek masyarakat terpapar Covid-19 atau enggak, jadi harusnya free," ucap Dedi.

Apalagi, kata Dedi, di luar negeri sudah disediakan booth-booth gratis tes antigen di tempat-tempat kerumunan dan fasilitas umum.

Ia juga keberatan dengan kebijakan wajib antigen atau PCR setiap pergi menggunakan pesawat.

Sebab, kata Dedi, harga tiket pesawat yang sudah mahal semakin memberatkan ongkos apabila ditambah tes Covid-19.

Dedi bahkan pernah keluarkan kocek Rp 1,6 juta untuk PCR, saat hendak terbang ke Manado, Sulawesi Utara.

Harga PCR yang mahal karena ia harus berkejaran dengan keberangkatan pesawat, sehingga ambil paket PCR yang keluar dalam waktu enam jam.

"Jadi sangat memberatkan apalagi yang sering lintas luar kota," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved