Sosok

Ditanya Soal Julukan Kadrun, Anies Baswedan Beri Jawaban Menohok

Lantaran kerap kali Anies disebut "Kadrun" oleh banyak orang, Sehingga hal ini membuat Deddy Corbuzier penasaran dengan kalimat tersebut.

Youtube Podcast Deddy
Gubernur Anies Baswedan ditanya Kadrun oleh Deddy Corbuzier dalam poscast 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diundang Deddy Corbuzier ke podcast Close The Door.

Dalam kesempatan itu, Deddy Corbuzier berbincang dengan Anies Baswedan terkait banyak hal, terutama Deddy menanyakan kepada Anies perihal "Kadal Gurun" atau "Kadrun".

Lantaran kerap kali Anies disebut "Kadrun" oleh banyak orang. Sehingga hal ini membuat Deddy Corbuzier penasaran dengan kalimat tersebut.

"Pak Anies Baswedan. Saya punya pertanyaan yang paling berbahaya untuk Anda. Pak Anies, Anda kadrun?" ucap Deddy Corbuzier langsung kepada Anies Baswedan dari Channel YouTube.

Lantas pertanyaan Deddy Corbuzier itu pun langsung ditertawakan Anies Baswedan, ia pun mempertanyakan apa itu Kadrun.

Baca juga: Keponakan Prabowo Subianto Nekad Tagih Janji Anies untuk Menyiapkan Sarana Berkuda

"Kadrun tuh apa sih sebenarnya?" tanya Anies.

Deddy pun sontak langsung memaparkan bahwa dirinya bertanya lantaran dimana-mana mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta ini adalah seorang Kadrun.

Dengan santai, Anies menjawab bahwa seharusnya Deddy bertanya pada orang yang menyebut dirinya Kadrun bukan kepada dirinya. 

"Kalau saya ya merasanya saya Anies Baswedan," sambungnya sambil tertawa.

Deddy Corbuzier pun menjelaskan bahwa sebagaimana diketahui bahwa Anies Baswedan ini seringkali ‘diserang’ radikal dan menggunakan agama untuk kemenangan. 

Orang nomor satu di Ibu Kota ini pun paham maksud arah dan tujuan obrolan Deddy Corbuzier. 

Baca juga: Orangtua Sempat Tak Setujui Pernikahan Bibi Ardiansyah, Ternayata Vanessa Angel Menantu Pintar

Anies bahkan tahu bahwa dirinya dituduh akan didukung oleh ormas-ormas ekstrem.

Ia menyatakan bahwa dalam bekerja setiap orang pasti membawa ide atau gagasannya masing-masing.

Sehingga, dari ide dan gagasan yang ada, tidak semua orang mendukung. Ia pun menekankan bahwa kita semua tidak pernah bisa mengatur pikiran orang.

Tujuan dirinya mengatakan hal tersebut adalah biarkan saja orang lain berpikir apa karena itu adalah haknya masing-masing, tidak bisa semua orang harus setuju dengan apa yang dikatakannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved