Virus Corona

WNA yang Datang dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia akan Langsung Dideportasi, Ini Daftarnya

"Kalau ada WNA yang masuk hari ini dan berasal atau pernah singgah di 11 negara itu, kami rekomendasi ke imigrasi untuk dideportasi."

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG/GILBERT SEM SANDRO
Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Warga Negara Asing (WNA) yang berasal atau yang sempat singgah di 11 negara dilarang oleh Pemerintah Indonesia, akan kembali dipulangkan. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Warga Negara Asing (WNA) yang berasal atau yang sempat singgah di 11 negara dilarang oleh Pemerintah Indonesia, akan kembali dipulangkan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Imigrasi untuk mendeportasi apabila terdapat WNA yang sempat berada di 11 negara itu dan masuk ke Indonesia hari ini.

"Kami sudah bersiap dengan adanya Surat Edaran (SE) yang baru ini dengan bekerjasama dengan Imigrasi untuk memeriksa riwayat perjalanan WNA yang masuk ke Indonesia, dan kami memastikan kebijakan SE tersebut sudah tersebar ke seluruh maskapai," ujar Darmawali Handoko kepada awak media, Senin(29/11/2021).

"Kalau ada WNA yang masuk hari ini dan berasal atau pernah singgah di 11 negara itu, kami rekomendasi ke imigrasi untuk dideportasi," jelasnya.

Lebih lanjut Handoko menambahkan, untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari 11 negara tersebut tetap akan diizinkan masuk ke Indonesia.

Namun, para WNI tersebut harus melalui mekanisme pelaksanaan karantina terlebih dahulu selama 14 hari, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya

Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka

Baca juga: Tersinggung Netizen Tuding Gagal Kendalikan Hujan Saat WSBK Mandalika, Pawang Hujan Lapor Polisi

"Kalau WNI yang jelas tidak akan kami deportasi dan masih bisa diperkenankan masuk ke indonesia, tapi yang jelas dia akan berbeda penanganan karantinanya, yakni selama 14 hari," kata dia.

Nantinya, jika terdapat WNI yang terpapar varian Covid-19 Omicron, pihak Bandara Soetta akan mengirimkan penumpang tersebut ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk menjalani pemeriksaan genome sequencing.

Dan selanjutnya WNI tersebut akan dilakukan tracing ketat, guna mengetahui setiap individu yang telah melakukan kontak erat dengan yang terpapar Covid-19 Omicron itu.

"Jika didapat(WNI yang positif) akan kami kirimkan ke litbangkes untuk dilakukan genome sequencing, dan selanjutnya kami akan melakukan tracing kontaknya dengan sangat ketat dan melakukan swab untuk memastikan bahwa setiap kontaknya tidak terjangkit dengan varian baru Covid-19 ini," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved