Breaking News:

Pandemi Covid

Hasil Survei IPO: 53 Persen Publik Merasa Tidak Puas dengan Kinerja Kemenkes Atasi Pandemi Covid-19

Pemerintah terus berusaha menangani pandemi pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Editor: Sigit Nugroho
www.dshs.state.tx.us
COVID-19 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Pemerintah terus berusaha menangani pandemi pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Di sela-sela usaha itu, Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru soal kebijakan pemerintah pusat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Salah satu sektor yang diukur adalah kepuasan publik terhadap kinerja Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Meresmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat, Wapres Maruf Amin Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Baca juga: Tenaga Ahli KSP Erlinda Nilai Sinergitas, Soliditas, Koordinasi Kunci Mencegah Gelombang ke-3 Covid

Baca juga: Mengantisipasi Penyebaran Covid-19, Polres Karawang Kerahkan 600 Personel Gabungan Saat Libur Nataru

Kementerian yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin itu hanya mampu memuaskan 36 persen publik.

Sedangkan, 53 persen tidak puas, dan 11 persen ragu - ragu.

Hal ini dipaparkan Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra dalam diskusi daring Polemik bertajuk 'Pemulihan Ekonomi dan Konstelasi Politik 2024', Sabtu (4/12/2021).

BERITA VIDEO: Breakingnnews Gunung Semeru lumajang meletus, warga panik menyelamatkan diri

"Kami juga ukur karena tema terkait pandemi secara khusus memotret apakah kepuasan publik ke Kemenkes. Faktanya cukup rendah hanya 36 persen puas kinerja Menkes, 53 persen tidak puas dan 11 persen ragu ragu," kata Dedi.

Dedi menyayangkan Kemenkes mendapat angka cukup rendah.

Padahal, Kemenkes jadi pihak yang paling disoroti sepanjang pandemi Covid-19.

"Kementerian Kesehatan hanya mampu memuaskan di angka 36 persen. Tentu ini disayangkan, karena bagaimanapun kinerja Kemenkes paling disoroti sepanjang pandemi," ujar Dedi.

Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan pada periode 29 November-2 Desember 2021.

Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), dan melibatkan 1.200 responden. Sampling error dalam survei ini sebesar 2,50 persen.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved