Breaking News:

Varian Omicron

Tjandra Perkirakan Penularan Virus Omicron Telah Tersebar & Berkombinasi dengan Berbagai Mutasi Lain

Ancaman penyebaran varian baru virus corona (Covid-19) bernama Omicron harus diwaspadai.

Editor: Sigit Nugroho
Ilustrasi Wartakotalive/Galih
Virus Covid-19. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ancaman penyebaran varian baru virus corona (Covid-19) bernama Omicron harus diwaspadai.

Bahkan, mantan petinggi WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga, memerkirakan bahwa penularan varian baru Omicron telah berada di tengah masyarakat dan berkombinasi dengan berbagai mutasi lain.

Saat ini, lebih dari 30 negara melaporkan temuan kasus Omicron

Hal yang juga disampaikan European CDC data per 3 Desember menyebutkan bahwa ada 35 negara dunia yang sudah melaporkan 486 kasus Omicron.

Baca juga: Virus Covid19 Omicron Sudah Masuk ke Malaysia, Bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: Cegah Menyebarnya Virus Omicron di Kota Tangerang, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

Baca juga: Prof Tjandra : Jika Harus Berkerumun Maka Lakukan 3 Hal ini untuk Mengurangi Resiko Covid19

Kemudian, beberapa negara seperti elgium, Germany, Spain, Australia, maupun Inggris sudah mendeteksi kasus tanpa kaitan epidemiologik dengan negara terjangkit.

"Artinya mereka tidak ada riwayat perjalanan ke sana dan juga tidak ada kontak dengan kasus positif Omicron. Ini mengindikasikan bahwa mungkin saja sudah terjadi penularan di masyarakat (community transmission) dari varian Omicron, sesuatu yang amat perlu diwaspadai dari kacamata penyebaran epidemiologik," kata Tjandra kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).

Selain itu, informasi dari laman PBB menyebutkan tentang peningkatan kasus Covid-19 yang bukan hanya disebbakan Omicron melainkan semua jenis varian.

BERITA VIDEO: Jerome Polin Tak Tergoda Buat Konten PrankSaat Merintis Jadi YouTuber

Pasalnya, terdapat  peningkatan kasus  sebanyak sekitar 311 persen di Afrika Selatan pada minggu terakhir November dibandingkan seminggu sebelumnya.

Juga ada peningkatan angka masuk rumah sakit sebesar 4,2 persen di Provinsi Gauteng tempat kota Johanesburg Afrika Selatan.

"Tapi sekali lagi akibat semua varian, bukan semata-mata Omicron," ujar Tjandra.

Diketahui, Omicron mengandung delesi dan lebih dari 30 mutasi, dimana sebagian diantaranya (misalnya 69–70del, T95I, G142D/143–145del, K417N, T478K, N501Y, N655Y, N679K, dan P681H) itu serupa dengan mutasi pada varian Alpha, Beta, Gamma, atau Delta, dimana delesi dan mutasi ini diketahui mungkin menyebabkan peningkatan angka penularan, peningkatan viral binding affinity dan juga peningkatan luput dari antibodi.

Juga ada mutasi-mutasi lain yang dampaknya belum sepenuhnya diketahui, apalagi kalau dikombinasikan dengan mutasi-mutasi yang sudah pernah ditemukan di VOC yang lain.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved