Bandara Soetta

Penjelasan Garuda Indonesia Terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Transfer Dana Oleh Oknum Karyawan

Berikut ini tanggapan manajemen soal karyawan Garuda Indonesia lakukan pelanggaran tindak pidana transfer dana.

dok Garuda Indonesia
Manajemen Garuda Indonesia jelaskan kesalahan karyawan dalam transfer dana 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Menyikapi pemberitaan yang beredar mengenai salah satu karyawan Garuda Indonesia yang diduga melakukan pelanggaran tindak pidana transfer dana mengacu pada Undang-undang No. 3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana, pihak manajemen akhirnya buka suara. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memberikan penjelasan mengenai hal ini.

"Dapat kami sampaikan bahwa pada dasarnya tindak lanjut proses hukum yang ditempuh Perusahaan ini merupakan bagian dari komitmen penegakan tata kelola Perusahaan yang baik," ujar Irfan kepada TribunTangerang.com, Minggu (5/12/2021).

Utamanya pada aspek tata kelola SDM (sumber daya manusia). Termasuk jika terdapat indikasi karyawan yang melakukan tindakan pidana.

"Untuk itu, Garuda Indonesia sepenuhnya menyerahkan tindak lanjut proses hukum ini kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian, yang tentunya kami percayai akan menindak lanjuti dugaan tindak pidana ini secara profesional," ucapnya.

Baca juga: SIMAK! Ini Aturan Terbaru Penerbangan Domestik Garuda Indonesia

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat Garuda Indonesia, Bisa Tanpa Tes PCR untuk Penerbangan Ini

Irfan menyetakan pihaknya tentunya akan  menghormati proses hukum yang saat ini berlangsung. Terlebih mengingat bahwa saat ini kasus tersebut telah masuk ke dalam proses penyidikan di kepolisian.

"Di mana karyawan dimaksud juga telah ditetapkan sebagai tersangka mengacu pada bukti-bukti yang terungkap dalam proses penyelidikan," kata Irfan.

"Dapat kami pastikan bahwa dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya, Garuda Indonesia akan senantiasa mengedepankan asas tata kelola Perusahaan yang baik, termasuk dalam pengelolaan SDM yang mengacu pada ketentuan ketenagakerjaan maupun ketentuan terkait lainnya yang berlaku," sambungnya.

Adapun sebelumnya, Perusahaan juga telah melakukan proses mediasi untuk menyelesaikan permasalahan dengan karyawan yang bersangkutan.

"Lebih lanjut perlu kiranya kami sampaikan bahwa proses hukum yang tengah berlangsung dalam kasus dugaan tindak pidana ini merupakan wujud perhatian serius sekaligus komitmen tegas kami dalam memastikan indikasi tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan karyawan khususnya yang bertentangan dengan aturan ketenagakerjaan pada lingkup Perusahaan maupun aturan hukum mendapatkan sanksi sesuai peraturan dan hukum yang berlaku," ungkap Irfan.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan fokus jajarannya dalam memastikan penerapan tata kelola Perusahaan yang baik berjalan optimal pada seluruh lini bisnis.

Termasuk oleh karyawan sebagai bagian terpenting dalam penerapan komitmen tersebut. (dik)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved