Kesehatan
Cara Mengolah Daging Merah agar Nutrisi Terjaga dan Terhindar dari Zat Berbahaya
Sejak masa lampau orang sudah makan daging merah. Makan daging merah banyak manfaatnya jika mengolahnya secara benar.
Penulis: Intan UngalingDian | Editor: Intan UngalingDian
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Daging merah berasal dari daging mamalia, biasanya berwarna merah saat mentah.
Daging merah menjadi salah satu makanan paling kontroversial dalam sejarah nutrisi.
Manusia telah memakannya sepanjang evolusi, namun banyak orang percaya daging merah dapat merusak kesehatan.
Orang-orang telah makan daging sepanjang evolusi dan tubuh memiliki sistem pencernaan baik untuk menanganinya.
Populasi tradisional seperti Masai makan lebih banyak daging merah daripada rata-rata orang Barat.
Kesehatan mereka tetap dalam kondisi baik.
Namun, daging dikonsumsi saat ini berbeda dengan daging yang dimakan orang pada masa lalu.
Masa lalu, hewan berkeliaran bebas dan memakan rumput, serangga, atau makanan lain alami.
Daging dari hewan ini berbeda dengan daging berasal dari sapi yang lahir dan dibesarkan di pabrik.
Sapi sekarang diberi pakan berbasis biji-bijian dan diberi hormon pemacu pertumbuhan dan antibiotik.
Saat ini, produk daging diproses setelah hewan disembelih.
Daging merah diasapi, diawetkan, kemudian diolah memakai nitrat, pengawet, dan berbagai bahan kimia.
Baca juga: 5 Jenis Diet Vegetarian Paling Populer, dari Pantang Telur hingga Daging Merah
Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan antara berbagai jenis daging:
Daging olahan: produk ini biasanya berasal dari sapi yang dipelihara secara konvensional, kemudian melalui berbagai metode pengolahan.
Contohnya termasuk sosis dan bacon.
Daging merah konvensional: Daging merah konvensional cukup diproses, tetapi sapi biasanya diternakkan di pabrik.
Daging merah saat mentah didefinisikan sebagai daging merah. Ini termasuk domba, sapi, babi dan beberapa lainnya.
Daging putih: Daging berwarna putih saat dimasak didefinisikan sebagai daging putih.
Termasuk daging dari unggas seperti ayam dan kalkun.
Daging organik diberi makan rumput: Daging ini berasal dari hewan telah diberi makan secara alami dan dibesarkan secara organik, tanpa obat dan hormon.
Daging itu juga tidak mengandung bahan kimia buatan yang ditambahkan.
Saat memeriksa efek kesehatan daging, penting disadari bahwa tidak semua daging diciptakan sama.
Banyak penelitian tentang daging merah, terutama yang dilakukan di Amerika Serikat, terutama meneliti daging dari hewan ternak pabrik telah diberi pakan berbasis biji-bijian.
Daging merah bergizi
Daging merah salah satu makanan paling bergizi yang bisa Anda makan.
Sarat vitamin, mineral, antioksidan dan berbagai nutrisi lain yang dapat memiliki efek mendalam pada kesehatan.
Daging merah giling mentah mengandung Vitamin B3 (niasin), Vitamin B12 (cobalamin),Vitamin B6 (piridoksin).
Besi yakni besi heme berkualitas tinggi, yang diserap jauh lebih baik daripada besi dari tanaman.
Selain itu, seng, selenium.
Banyak vitamin dan mineral lain dalam jumlah lebih kecil.
Daging merah juga kaya nutrisi penting seperti creatine dan carnosine.
Pemakan non-daging seringkali rendah nutrisi tersebut yang berpotensi mempengaruhi fungsi otot dan otak.
Daging sapi yang diberi makan rumput bahkan lebih bergizi daripada daging sapi diberi makan biji-bijian.
Daging sapi pemakan rumput mengandung banyak omega-3 yang menyehatkan jantung, asam lemak CLA, dan vitamin A dan E lebih tinggi.
Baca juga: DKP Periksa Keamanan dan Mutu Pangan untuk Pastikan Kondisi Ikan dan Daging di Pasar
Penyakit jantung, diabetes dan kematian
Efek daging merah pada kesehatan telah dipelajari baik.
Namun, sebagian besar studi ini melakukan studi observasional berupa kuesioner kepada responden, yang tidak dapat membuktikan sebab-akibat.
Penelitian observasional menunjukkan bahwa daging merah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan kematian lebih besar.
Meski demikian, tidak semua daging merah memiliki efek kesehatan sama.
Penelitian terhadap 1.218.380 individu menemukan bahwa daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Namun, tidak ada hubungan ditemukan untuk daging merah yang tidak diproses.
Studi EPIC dilakukan observasional terhadap 448.568 orang, daging olahan meningkatkan risiko kematian, sementara tidak ada efek terlihat pada daging merah yang tidak diproses.
Dalam peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kematian, penting membedakan antara daging diproses dan tidak diproses, karena keduanya bisa sangat berbeda.
Cara mengolah daging
Studi lain menunjukkan bahwa bukan daging itu sendiri sebagai penyebab penyakit.
Senyawa berbahaya yang terbentuk saat daging dimasak berkontribusi pada peningkatan risiko.
Oleh karena itu, metode memasak dapat menjadi penentu utama dari efek kesehatan utama daging.
Uji coba terkontrol secara acak menunjukkan bahwa asupan daging merah tidak diproses tidak memiliki efek kesehatan negatif. Bahkan memiliki manfaat.
Ketika daging dimasak pada suhu tinggi, dapat membentuk senyawa berbahaya seperti amina heterosiklik (HA), hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs).
Zat tersebut dapat menyebabkan kanker pada hewan.
Hal itu tidak hanya berlaku untuk daging, makanan lain juga bisa membentuk senyawa berbahaya jika dipanaskan secara berlebihan.
Tips mengolah daging tidak membentuk zat berbahaya:
* Gunakan metode memasak lebih lembut seperti merebus dan mengukus daripada memanggang dan menggoreng.
* Minimalkan memasak dengan api besar dan jangan pernah memaparkan daging Anda ke api.
* Jangan makan makanan hangus dan/atau diasap. Jika daging Anda hangus, potong bagian yang hangus.
* Jika Anda mengasinkan daging Anda dalam bawang putih, anggur merah, jus lemon atau minyak zaitun, dapat mengurangi HA secara signifikan.
* Jika Anda harus memasak pakai api besar, sering-seringlah membalik daging agar tidak gosong.
Banyak orang menyukai rasa daging goreng dan panggang.
Tetapi jika Anda ingin menikmati daging dan menerima manfaat penuh tanpa konsekuensi berpotensi membahayakan, gunakan metode memasak lebih lembut dan hindari daging gosong.
Selama Anda memilih daging merah tidak diproses dan lebih disukai hewan diberi makan rumput, metode memasak lebih lembut dan hindari gosong, maka tidak perlu khawatir.
Daging merah dimasak benar kemungkinan besar sehat.
Bergizi dan sarat protein sehat, lemak sehat, vitamin dan mineral, bersama dengan berbagai nutrisi yang diketahui secara positif memengaruhi fungsi tubuh dan otak Anda. (Healtline.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Daging-merah12312.jpg)