Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

5 Jenis Diet Vegetarian Paling Populer, dari Pantang Telur hingga Daging Merah

Ada banyak alasan mengapa lebih banyak orang memilih pola makan vegetarian dan beberapa variasi pendekatan cara makannya.

Tayang:
Penulis: Intan UngalingDian | Editor: Intan UngalingDian
Healthline
Ilustrasi sayuran. Ada banyak variasi diet vegetarian atau makan makanan nabati. Pelaku vegetarian mengutamakan banyak mengonsumsi sayuran dan biji-bijian, menghindari telur dan daging, atau sedikit mengonsumsi daging. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Diet vegetarian semakin populer terutama selama beberapa tahun terakhir.

Orang sering menganggap cara makan ini - menekankan makanan nabati daripada produk hewani.

Ada banyak alasan mengapa lebih banyak orang memilih pola makan vegetarian dan beberapa variasi pendekatan cara makannya.

Mengapa melakukan diet vegetarian?

Ada tiga alasan utama mengapa seseorang mungkin memilih untuk mengikuti variasi pola makan vegetarian atau nabati.

Pola makan vegetarian terkait kesehatan pribadi dan masyarakat, lingkungan, dan hewan peliharaan.

Penelitian menunjukkan, produk hewani terutama yang diproduksi dalam operasi pemberian makan hewan terkonsentrasi skala besar (CAFO), cenderung mengandung zat tidak diinginkan, seperti antibiotik.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik dalam pakan ternak dapat menyebabkan perkembangan bakteri resisten antibiotik pada manusia.

Penelitian juga menunjukkan manfaat kesehatan dari diet vegetarian yang terencana baik dan cukup nutrisi.

Pola makan itu dapat menurunkan berat badan dan dapat membantu menurunkan risiko obesitas.

Serta penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Berbicara tentang lingkungan, banyak orang memilih untuk tidak mendukung industri peternakan karena dampak negatif terhadap tanah, air, dan udara.

Misalnya, kotoran dan limpasan nutrisi dari CAFO dapat mencemari air tanah.

Kemudian mencemari lautan dan berkontribusi pada kehidupan di lautan kian menipis karena kekurangan oksigen.

Selanjutnya, CAFO dan hewan yang dipelihara menimbulkan gas rumah kaca, termasuk metana, nitrous oxide, dan karbon dioksida.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved