Breaking News:

Makanan Mengandung Formalin

Di Tangerang Ditemukan Makanan Olahan Tahu dan Ikan Teri Medan Mengandung Formalin & Pewarna Tekstil

Dinas Kesehatan bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Tangerang menyisir produk makanan dan minuman berbahan formalin di pasaran.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Sigit Nugroho
TribunTangerang.com
Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Tangerang menyisir produk makanan dan minuman berbahan formalin di pasaran. 

TRIBUNTANGERANG.COM, KELAPA DUA - Untuk memastikan keamanan dan kesehatan pangan menjelang pergantian tahun 2021 ke 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Tangerang menyisir produk makanan dan minuman berbahan formalin di pasaran.

Lokasi yang menjadi pengecekan bahan berbahaya pada produk pangan, yakni Supermarket Lulu QBig Kecamatan Pagedangan dan Pasar Sipansa Kecamatan Kelapa Dua.

Dari tempat tersebut, sejumlah produk diambil untuk sampel pengecekan. 

"Kami yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Tanggerang melakukan pengecekan kandungan bahan formalin dan Rhodamin B pada produk olahan makanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan  dan kesehatan pangan menjelang Tahun Baru 2022," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Muhamad Faridzi Fikri, Rabu (29/12/2021). 

Baca juga: Hati-Hati Ada Sejumlah Makanan di Pasar Anyar Tangerang Kedapatan Mengandung Formalin dan Boraks

Baca juga: Cegah Stunting, Dinkes Tangsel Lakukan Penyuluhan Kepada Remaja Putri

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang Review Kinerja Stunting: Angka Stunting Kota Tangerang 8,03 Persen

Faridz berujar bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini sedang gencar dan mengintensifkan pemeriksaan produk olahan bahan pangan.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa produk pangan yang beredar, Dinkes bersama BPOM Kabupaten Tangerang juga memeriksa masa kadaluarsa, izin produksi serta kondisi kemasan produk. 

Sementara itu, Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Wydia Savitri, mengungkapkan ada beberapa temuan terkait pengecekan tersebut.

Di antaranya adalah ditemukannya kandungan formalin dalam produk olahan tahu dan ikan teri medan.

BERITA VIDEO: Dewan Pengurus Unit Korpri Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2021 2026 Dikukuhkan

"Dari hasil pemeriksaan, dari supermarket Lulu Qbig terdapat 1 sampel produk olahan teri medan yang diduga positif formalin dan ada 3 sampel yang tidak memiliki izin edar. Sedangkan untuk pengecekan di Pasar Sipansa, kami menemukan 1 sampel olahan tahu susu positif formalin," ungkapnya.

Dengan adanya temuan tersebut, Dinkes dan Loka POM Kabupaten Tangerang telah memberikan peringatan dan meminta kepada para pedagang agar produk tersebut ditarik kembali dan tidak boleh diperjual belikan.

Mengingat produk tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.

"Selain mengandung formalin produk tersebut juga mengandung pewarna tekstil. Kami juga sudah meminta agar produk tersebut ditarik kembali dari peredaran, Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan selektif lagi dalam memilih produk makanan, yaitu dengan cara melihat izin dari produk tersebut dan juga komposisi yang terkandung dalam produk makanan yang akan dibeli," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved