BERITA JAKARTA
Terancam Proyek MRT Jakarta, Arkeolog Junus Satrio Sarankan Rel Trem Zaman Belanda Harus Dipindahkan
Rel trem zaman kolonial Belanda ditemukan di lokasi proyek MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota, Jakarta Barat.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Rendy Renuki
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Rel trem zaman kolonial Belanda ditemukan di lokasi proyek MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota, Jakarta Barat.
Ahli Arkeologi, Junus Satrio Atmodjo, mengatakan bahwa jalur trem tersebut rencananya akan dievakuasi sebelum diputuskan tindak lanjut pemanfaatannya.
"Tindak lanjutnya sudah tentu ada. Kami sedang merencanakan tapi kita kan harus melihat kondisi lapangan juga, dimana disimpan kemudian persiapannya," kata Junus saat konferensi pers virtual MRT Jakarta, Rabu (29/12/21).
Junus berujar bahwa rel trem tersebut harus segera dipindahkan atau dilindungi.
Baca juga: DKI Jakarta PPKM Level 1, Ini Jadwal MRT yang Baru Jangan Sampai Telat
Baca juga: Aturan Baru Perjalanan dengan Pesawat Terbang dan Kereta Api Selama Libur Nataru
Baca juga: Sepanjang 2021 Ada 53 Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api, Daop 1 Lakukan Ini
Jika dibiarkan saja, akan rusak lantaran ada pembangunan MRT Jakarta.
"Jadi bagaimana kita melindungi temuan penting ini itu dengan cara dicopot, dipindah sementara sampai sudah selesai (MRT) baru akan kita kembalikan. Tapi bagaimana mengembalikannya itu belum diputuskan, karena prematur kalau kita bicara pengembalian sekarang sementara proses pelepasannya sedang berlangsung," jelas Junus.
Selain itu, Junus mengungkapkan bahwa ada keinginan kalau trem tersebut sebagian dibawa ke Universitas Indonesia (UI).
Menurut Junus, dengan ditaruh di UI diharapakan bisa dijadikan pelajaran bagaimana mengkonservasi dan memaknai cagar budaya di era saat ini.
BERITA VIDEO: Analisa Prediksi Line Up Timnas Indonesia di Final Piala AFF 2020 Lawan Thailand
"Contoh-contoh semacam ini bagus untuk ke pendidikan ke depan karena arkeolog masa depan ini tantangannya beda dengan zaman-zaman saya. Zaman saya ngomong candi, ngomong masjid, kuburan. Sekarang bicara bangunan stadion, rel kereta, gorong-gorong yang dulu kita tidak pernah dapat," ungkapnya.
Dengan menempatkan sebagian sistem rel ini ke UI, akan menjadi peringatan bahwa ke depan tantangan arkeologi itu akan lebih kompleks.
"Sebagian akan dipamerkan itu nanti di Stasiun MRT di kota ini ada seperti museum atau corner something yang akan memunculkan hasil temuan-temuan arkeologi ketika masa pembangunan. Jadi itu akan menjadi bagian dari informasi kepada publik di mana mungkin satu atau dua batang rel apakah dipamerkan di situ," papar Junus.
Junus juga menegaskan trem yang ditemukan menjadi warisan budaya yang berharga sehingga harus dijaga dengan baik.
Memang tidak menutup kemungkinan trem tersebut akan dipindah atau disimpan.
Adapun masih ada waktu 4 tahun atau target pembangunan MRT Jakarta di Fase 2 tersebut sebelum memutuskan pemanfaatan trem yang ditemukan. Untuk sementara trem disimpan di Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Mencoba-MRT-dengan-aplikasi-JakLingko.jpg)