Atasi Kemacetan di Ruas Jalan Daan Mogot, Pemkot Tangerang Bangun 2 Jembatan di Sungai Mookervart

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, pembangunan jembatan di ruas jalan nasional tersebut dilakukan, guna mengurai masalah kemacetan.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Rekayasa lalu lintas di Daan Mogot KM.23 tepatnya di kolong tol Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk mengurai kemacetan, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang merampungkan pembangunan dua jembatan di ruas Jalan Daan Mogot, yaitu jembatan Mookervart I dan jembatan Mookervart II.

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, pembangunan jembatan di ruas jalan nasional tersebut dilakukan, guna mengurai masalah kemacetan yang kerap terjadi ketika memasuki jam sibuk kerja.

"Ada dua buah jembatan baru yang kita bangun memotong Kali Mookervart, untuk menghubungkan Jalan Daan Mogot dan Jalan Lio Baru," ujar Arief Wismansyah dalam keterangan resminya, Selasa (4/1/2022).

"Pembangunan jembatan ini merupakan ikhtiar Pemkot Tangerang dalam mencari solusi untuk permasalahan kemacetan yang kerap terjadi, terlebih di Jalan Pembangunan dari arah bandara yang ingin ke Jalan Daan Mogot, biasanya sering terjadi kemacetan panjang kalau sore hari," imbuhnya.

Nantinya, jembatan tersebut baru akan dibuka untuk umum jika rekayasa lalu lintas di wilayah Daan Mogot dan Jalan Lio Baru telah ditetapkan.

Pasalnya, kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Daan Mogot, karena terdapat persimpangan yang berada di kolong jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Pembangunan jembatannya sudah selesai, tinggal menunggu final rekayasa lalu lintasnya saja, termasuk lokasi lalu lintas dari dan menuju arah Toll JORR 2," kata Arief.

"Makanya semoga penerapan rekayasa lalu lintas ini segera dilakukan, supaya bisa segera kita lakukan agar kemacetan bisa segera teratasi," tambahnya.

Melalui Pantauan Wartakotalive.com, dua jembatan Mookervart tersebut berada di Jalan Daan Mogot KM.23-25. 

Jembatan pertama terlihat menggunakan cat bernuansa hijau, merah dan kuning. Sedangkan jembatan kedua berwarna hijau putih dan biru.

Dua jembatan tersebut masih sepi dan lengang, lantaran belum beroperasi.

Akses masuk ke jembatan tersebut juga dipasang dengan tali dan bambu panjang, guna mengantisipasi agar tidak digunakan oleh para pengendara.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Decky Priambodo menambahkan, pembangunan Jembatan Mookervaart I memiliki panjang 30 meter dengan lebar 20 meter.

Sedangkan untuk Jembatan Mookervaart II panjangnya mencapai 40 meter dan memiliki lebar 20 meter, dengan penggunaan dua jalur lalu lintas.

"Pemkot Tangerang juga telah melaksanakan peningkatan pembangunan pada beberapa jembatan seperti Jembatan Cibodas Raya Ujung, Jembatan Perbatasan RW. 04 dan RW. 05 Kelurahan Pabuaran, Jembatan Kali Afut Cipondoh Indah, Jembatan Kali Bawah Cipondoh Indah, Jembatan Kali Cantiga di Jalan Inpres," ucapnya.

"Oleh karena itu kami mohon dukungannya dari masyarakat Kota Tangerang, sehingga program yang telah dicanangkan Pemkot Tangerang dapat segera kita manfaatkan dengan baik," tutup Decky Priambodo. (M28)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved