Kamis, 9 April 2026

Seleb

Selebritis Membeli Klub Sepakbola, ini Sisi Baik dan Buruknya

Tren Selebritis Beli Klub Bola, Ini Sisi Baik dan Buruknya Kata Pengamat Perilaku Lutfi JW

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Lutfi JW komentari fenemona para artis papan atas membeli klub sepakbola 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Beberapa selebritis papan atas Indonesia membeli klub sepakbola lokal. 

Setelah Raffi Ahmad dan Atta Halilintar membeli klub bola, kini giliran Gading Marten mengikuti jejak serupa.

Bahkan, kabarnya Prilly Latuconsina pun punya rencana yang sama.

Fenomena apa ini?  Menurut  Lutfi JW, pengamat perilaku dan trainer komunikasi kreatif, ini adalah fenomena bisnis psikososial yang mengandung sisi baik dan buruk.

Baca juga: Ahmed Zaki Iskandar Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga atau Vaksinasi Booster

Ia memaparkan, sepakbola adalah olahraga paling digemari masyarakat dunia dari berbagai level atau strata.

Bahkan, banyak orang yang merasa hidupnya seperti hampa tanpa sepakbola.

"Artinya secara psikologis, olahraga ini sangat besar efeknya bagi kejiwaan manusia. Beberapa sampai stres, depresi bahkan bunuh diri ketika klubnya kalah. Di lain sisi, satu negara bisa euporia ketika menang piala dunia atau juara dalam kompetisi," kata Lutfi JW dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, sepanjang pengamatannya, sepakbola sudah menjadi bisnis yang sangat besar dan memiliki potensi mengeruk laba yang sangat signifikan.

Baca juga: Terlempar dari Posisi 10 Besar, Persita Incar Kemenangan Atas Persela Lamongan

Walaupun itu belum terjadi di Indonesia,  namun seiring berjalannya waktu bisnis yang lahir dari sepakbola juga akan menimpa Indonesia. 

"Dan artis yang memiliki dana berlimpah sudah selayaknya nya terjun ke bisnis sepakbola. Karena ini adalah langkah cerdas dan langkah menjemput bola," katanya.

"Bisnis bola tidak akan ada matinya Mengapa ? karena sudah menyangkut ego, emosi, altruisme pereirangan atau komunitas,  maka saya sebut ini adalah bisnis psikososial," kata Luthfi JW lagi.

Lalu apa manfaat positif dari tren artis membeli klub sepakbola?

Baca juga: Meski tanpa Bek Asing, Persita Tangerang Percaya Diri dengan Pemain Lokal di Lini Belakang

Menurut Lutfi JW, ada tiga manfaat besar dari fenomena ini. tempatnya tidak hanya untuk pemilik klub bola tetapi juga bagi netizen dan negara.

Tiga manfaat yang sangat besar lahirnya fenomena ini adalah, pertama, munculnya tren atau gaya hidup baru yang bermanfaat dan bermutu di kalangan selebritis.  

Kedua, netizen dan pecinta sepak bola akan cenderung mendapatkan pemain, permainan dan kompetisi yang bermutu tinggi karena kekayaan klub untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas dari seluruh dunia.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved