Seleb
Selebritis Membeli Klub Sepakbola, ini Sisi Baik dan Buruknya
Tren Selebritis Beli Klub Bola, Ini Sisi Baik dan Buruknya Kata Pengamat Perilaku Lutfi JW
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Lilis Setyaningsih
Ketiga, perputaran uang dari industri sepakbola ini akan memicu ekonomi kreatif bangsa.
Baca juga: Lebih dari 800 Jemaah Umroh Sudah Berangkat dari Asrama Haji Pondok Gede
"Selain itu, trend atau fenomena positif ini akan memicu munculnya tren-tren baru dari kalangan selebritis dengan mutu dan manfaat yang lebih baik bagi publik," katanya.
"Dan ini sangat mungkin karena banyak sekali artis Indonesia yang punya dana melimpah untuk mampu membeli klub bola. jika fenomena ini berlanjut maka terjadi simbiosis mutualisme antara para selebritis dengan penggemarnya," kata Lutfi JW.
Meski demikian, ada sisi buruknya juga dari fenomena ini.
"Sisi buruk atau negatif dari fenomena ini hanya satu menurut saya. Yaitu ketika si owner club dan atau klub bola yang dimiliki artis ini dikirim ke ranah politik. Ini akan menjadi preseden buruk dan juga iklim bisnis olahraga yang tidak kondusif lagi," kata Lutfi JW.
"Jadi saran saya, agar fenomena ini memiliki manfaat yang besar bagi beberapa aspek kehidupan masyarakat Indonesia Pertama, hadirnya pemerintah sebagai fasilitator dan pembina yang adil dan beradab. Yang kedua, partai dan artis pemilik klub untuk berpolitik secara lebih elegan, etis, dan memiliki empati yang besar kepada masyarakat," kata Lutfi JW lagi. (ign).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Lutfi-JW-pengamat-perilaku-dan-trainer-komunikasi-kreatif.jpg)