Berita Jakarta

POLISI Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pulau Reklamasi, 26 Orang dan Satu WNA Diamankan

Berkat adanya informasi dari masyarakat, Polres Metro Jakarta Utara menggerebek kantor pinjol ilegal di kawasan pulau reklamasi Penjaringan.

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Penggerebekan kantor pinjaman online (Pinjol) ilegal di pulau reklamasi di Ruko Palladium Blok G7, Golf Island, PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022) mengamankan 99 orang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, PENJARINGAN -- Polres Metro Jakarta Utara menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di pulau reklamasi, yakni di Ruko Palladium Blok H 15, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/1/2022) malam. 

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo mengatakan, penggerebekan menyusul adanya informasi dari masyarakat terkait praktik pinjol ilegal di kawasan tersebut.

"Kita temukan sarana yang diduga memang digunakan untuk mendukung kegiatan pinjaman online secara ilegal," kata Wibowo, di lokasi.

Baca juga: Polisi Buat Aplikasi dan Buka Posko Pengaduan untuk Mencegah Penipuan Pinjol Ilegal

Baca juga: Pinjam Rp 2,5 Juta di Pinjol Ilegal Berkantor di Tangerang, Utang Dedy Beranak Sampai Rp104 Juta

Pada kesempatan itu pihaknya mengamankan 27 orang yang bekerja di ruko tersebut dimana satu di antaranya warga negara Cina yang merupakan manajer dari kantor pinjol ilegal. 

"Dari 27 yang diamankan, ada satu WNA dari China yang diamankan ini berperan sebagai manajer, sisanya adalah karyawan," katanya. 

Sementara 26 karyawan itu dibagi lagi tugasnya sesuai dengan kebutuhan dari kantor pinjol ilegal tersebut. Mereka ada yang bertugas sebagai reminder, penagihan hingga desk collection. 

Menurut Wibowo, perusahaan tersebut diketahui sudah mulai beroperasi pada bulan Januari 2022 dan menangani empat aplikasi pinjol ilegal. 

Baca juga: Tangis Liswati Pecah, Putrinya Diangkut ke Polda Metro Saat Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal

Sementara pinjaman yang diberikan kepada para nasabah bervariasi mulai dari yang paling kecil Rp 1,2 juta sampai dengan maksimal Rp 2,5 juta.

"Kemudian dari total pinjaman yang diajukan oleh nasabah ini tidak seluruhnya diberikan, tapi sudah dipotong lagi sebanyak 32 sampai 35 persen," ucap Wibowo.

Apabila hutangnya sudah jatuh tempo, nasabah yang menunggak akan dikenakan bunga sebesar 6 persen dari total pinjaman.

Nantinya para debt collector akan mengancam saat menagih utang. 

Karyawan dari bagian penagih akan mengancam para nasabah dengan cara-cara ilegal seperti memaksa dan menyebar data pribadi supaya mereka mau membayar hutangnya. 

Baca juga: Viral Video Pria Coba Terjun dari Apartemen di Jakarta Barat, Gara-gara Terlilit Pinjol Rp 90 Juta

"Apabila tidak dilakukan pembayaran, dilakukan upaya-upaya penagihan secara paksa berupa pemerasan, pengancaman, atau menyebarkan ancaman," ungkap Wibowo. (jhs)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved