Virus Corona

Mayoritas Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Tanpa Gejala Jalani Isolasi Mandiri

Dini Anggraeni mengatakan. Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyediakan 945 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Tempat tidur disiapkan di ruang kelas SMPN 30 Kota Tangerang untuk melayani warga yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan. SMPN 30 Kota Tangerang ini menjadi salah satu Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) tambahan di Kota Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang memastikan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) masih di bawah 50 persen.

Saat ini, kasus Covid-19 di Kota Tangerang mayoritas gejala ringan sehingga pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan. Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyediakan 945 tempat tidur untuk pasien Covid-19. 

"Sementara dengan 945 tempat tidur khusus pasien Covid-19 dan juga 112 ICU di rumah sakit, saat ini BOR (bed occupancy ratio-Red)41,5 persen," ujar Dini, Minggu (6/2/2022).

Menurutnya, mayoritas pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG)

Baca juga: Kasus Covid-19 Tinggi, Ini Kisah Sopir Ambulans di Kota Tangerang

Baca juga: Di RLC Kota Tangsel Terjadi Lonjakan Pasien Terpapar Covid-19, Angka Kesembuhan Tinggi

.Ada juga beberapa pasien yang mengalami gejala, tetapi hanya ringan sehingga mampu menjalani perawatan atau isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing. 

"Sebagian besar tidak bergejala. Tapi tetap kawan-kawan tenaga kesehatan siaga melakukan pengawasan," ucapnya.

Meski BOR masih di bawah 50 persen, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memastikan, pihaknya kembali menyiagakan sebanyak tujuh unit RIT.

RIT digunakan sebagai sarana isolasi bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19.

"Sudah dua RIT yang terisi penuh, yang penuh di PKM Jurumudi dan Batusari. Tapi rencana akan ditambah lagi dengan memanfaatkan gedung SMP 30 di Kecamatan Benda," kata Arief. 

Kembali diaktifkannya RIT, kata Arief, karena masih adanya masyarakat Kota Tangerang yang terkonfirmasi Covid-19 namun tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah sendrii.

 Selain itu, RIT disediakan sebagai upaya untuk mengurangi beban keterisian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved