Kolom Trias Kuncahyono

Antara Ankara dan Penajam

Mustafa Kemal Atatürk (1881-1938) adalah Bapak Turki Moderen, Bapak Republik Turki  dan presiden pertama Turki.

Trias Kuncahyono
Patung dan Monumen Mustafa Kemal Atarturk di Ulus Square, Ankara, Turki (Foto: Trias Kuncahyono) 

TRIBUNTANGERANG.COM -- Aku berdiri di depan sarkofagus—peti mati terbuat dari marmer warna merah marun bermotif putih—di dalam mausoleum Mustafa Kemal Atatürk, di Ankara.

Orang Turki menyebut mausoleum itu Anıtkabir.

Di sampingku, berdiri Arif Zulkifli, wartawan Tempo. Kami dan beberapa wartawan Indonesia di Ankara diundang pemerintah Turki.

Peti itu  menjadi simbol makam Atatürk. Jenazah  Atatürk  dimakamkan tujuh meter di bawah peti marmer itu.

Makam Atatürk ada di dalam sebuah ruangan berbentuk segi delapan, yang dibangun dengan gaya arsitektur Seljuk dan Ottoman.

Tetapi, ruang makam itu tertutup, tidak dibuka untuk umum.

Atatürk adalah gelar yang artinya “Bapak Orang Turki” yang disematkan pada namanya tahun 1934.

Karena gelar itu hanya untuk Mustafa Kemal, maka   menurut  Undang-Undang No. 2622, Pasal 1 dan 2, 17 Desember 1934, Turki melarang nama tersebut, Atatürk, digunakan oleh orang lain.

Mustafa Kemal Atatürk (1881-1938) adalah Bapak Turki Moderen, Bapak Republik Turki  dan presiden pertama Turki.

Maka tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan, Mustafa Kemal Atatürk adalah Turki dan Turki adalah Mustafa Kemal Atatürk.

Sama halnya Bung Karno adalah Indonesia dan Indonesia adalah Bung Karno.

Matahari pagi di ufuk timur……pertanda lahirnya masa depan…(Ilustrasi)
Matahari pagi di ufuk timur……pertanda lahirnya masa depan…(Ilustrasi) (Foto: Istimewa)

 

II

Kami diam memandangi peti marmer merah itu. Aku tidak tahu yang ada di pikiran Arif.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved