Edukasi

Ada Hubungan Konsumsi Garam dan Obesitas

Manfaat garam atau sodium adalah menjaga keseimbangan cairan di tubuh, dan berperan dalam menjaga fungsi saraf serta otot.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Badan kesehatan dunia, WHO (World Health Organization) menganjurkan batas konsumsi aman garam per hari untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram atau kurang dari satu sendok teh 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Makanan kurang garam alias hambar, semenarik sajiannya tidak akan menggugah selera. 

Baru dicicipi langsung bisa hilang keinginan makan.

Sebaliknya makanan yang lezat,  dengan penggunaan bumbu dan  garam yang pas, akan membuat makan terasa nikmat.

Bila menu nya cocok, tidak terasa makanan yang masuk bisa berlebih. 

Makanan berlebih akan menyebabkan terjadinya obesitas. 

Baca juga: Penggunaan MSG bisa jadi Strategi Diet Rendah Garam

Data Riskesdas terbaru pada tahun 2018 menunjukkan 21,8 persen masyarakat Indonesia mengalami obesitas.

Jika dibiarkan, diprediksi angka obesitas dapat mencapai 40 persen pada 2030, yang artinya hampir 1 dari setiap 2 orang dewasa di Indonesia akan mengalami obesitas.

Kondisi ini harus segera ditangani karena obesitas dikaitkan dengan sejumlah penyakit, seperti lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

dr. Rafael Nanda R, MKK dalam Health Talk & Virtual Tour yang diadakan oleh Ajinomoto Visitor Center belum lama ini mengatakan, prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.

Obesitas menyebabkan penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes melitus, dan jantung
Obesitas menyebabkan penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes melitus, dan jantung (istimewa)

Hal ini mengisyaratkan bahwa masyarakat harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved