DKI Diminta Maksimalkan Peran Posyandu untuk Berantas Gizi Buruk

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan, Posyandu memiliki peran penting untuk mengatasi gizi buruk di Jakarta

UCLG Aspac
Ilustrasi stunting. Prevalensi stunting di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pada kisaran 14 persen hingga 38 persen. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta diminta memaksimal peran Posyandu untuk memberantas gizi buruk.

Hal ini menyusul adanya 6.000 balita yang mengalami gizi buruk sebagaimana rilis dari BPS Provinsi DKI Jakarta.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan, Posyandu memiliki peran penting untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dia menyayangkan, masih ada warga yang mengalami gizi buruk padahal status Jakarta sebagai Ibu Kota telah ditopang anggaran daerah paling besar di Indonesia.

Baca juga: Cegah Stunting dan Obesitas Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi 

“Ini kan Ibu Kota, sangat disayangkan hal ini bisa terjadi. Kami paham P, ak Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) sedang sibuk mengurusi hal lain, selain hak dasar. Hanya saja kami mohon Pak, ini penderitanya adalah anak-anak dan perempuan. Apakah tega?” kata Idris pada Rabu (16/2/2022).

Idris mengatakan, posyandu memiliki peran penting dalam menangani permasalahan kesehatan mendasar. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta harus memberi perhatian lebih pada kondisi kesehatan masyarakat.

“Kami melihat peran Posyandu sangat besar dalam penanganan gizi buruk anak. Sebagai penggerak di garda depan, kebermanfaatannya sangat besar. Kami dorong inovasi bagi Posyandu, berikan insentif untuk para penggerak di posyandu hingga tingkat RW,” ujar Idris.

“Ini sebagai apresiasi dan meningkatkan motivasi kinerja para penggerak di lapangan. Selain itu nilai rupiah pemberian makanan tambahan harus dievaluasi tambahkan vitamin untuk ibu hamil serta dukungan fasilitas seperti timbangan dan alat ukur perlu dberikan bukan sekadar dipinjamkan” tambah Idris yang juga menjadi Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta ini.

Idris berharap Gubernur Anies memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan ibu dan anak.

Dia meminta Gubernur DKI Jakarta semakin melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mengentaskan persoalan itu.

“Kami (PSI) akan terus memberikan perhatian pada hak-hak dasar masyarakat. Berbagai upaya kami lakukan demi Jakarta. Kami berharap Pemprov cepat menanggulangi hal ini, harusnya masifkan kolaborasi bersama masyarakat, private sektor juga harus libatkan, jangan hanya buat bangun infrastruktur fisik yang melibatkan swasta-swasta,” tutup Idris. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved