Pandemi Covid19

Omicron Tembus 13.900 Kasus di Tangerang Satgas Covid-19 Awasi Resepsi Pernikahan

Jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Kabupaten Tangerang terus melonjak. Kasusnya mencapai 13.900 pada pertengahan Februari 2022 ini.

pexels/maksim-goncharenc
ilustrasi - vaksin covid-19 untuk mencegah penularan 

TRIBUNTANGERANG.COM, TIGARAKSA - Jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Kabupaten Tangerang terus melonjak. 

Kasusnya mencapai 13.900 pada pertengahan Februari 2022 ini.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi.

Ia menjelaskan jumlah tersebut naik drastis dibandingkan dengan Januari 2022 lalu yang hanya mencapai angka ratusan kasus saja.

Hendra meminta agar Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan sampai tingkat Desa dan RT harus bergerak ingatkan warga.

Baca juga: Dinkes Kota Tangsel: Tujuh Orang Meninggal Akibat Covid-19 Varian Omicron

Masyarakat juga dilarang untuk merayakan resepsi pernikahan atau khitanan.

Kecuali akad nikah itu pun hanya dibatasi sekitar maksimal 30 orang.

Karena saat ini Kabupaten Tangerang masuk PPKM Level 3.

"Kalau kita tidak bergerak mengingatkan warga, maka penyebaran Covid varian Omicron akan meningkat," kata Hendra kepada Tribuntangerang.com, Minggu (20/2/2022).

Baca juga: Kasus Covid19 Melonjak, SMPN 30 Kota Tangerang dijadikan Ruang Isolasi

Selain memperketat resepsi hajatan pernikahan sambung Hendra, Satgas Covid juga mengawasi kerumunan di sejumlah tempat keramaian lainnya.

Seperti pasar, kafe, resto, Mall sesuai aturan jam operasional.

Dibatasi sampai jam 21.00 dengan kapasitas maskimal 60 persen. Dan makan di tempat maksimal 60 menit.

"Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat Insya Allah kita bisa terhindar dari Omicron," ucapnya.

Baca juga: Hingga Sabtu 19 Februari 2022 Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangsel Capai 82,1 Persen

Hendra menambahkan kebanyakan orang yang terkena Omicron mengeluhkan gejala seperti pilek atau flu biasa.

Hal ini dianggap sebagai gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Delta sebelumnya. 

Namun bagi orang yang tidak divaksin, gejala awal terinfeksi Omicron bisa terasa lebih berat.

Terlebih bagi lansia dan yang memiliki riwayat penyakit atau komorbid

"Varian Omicron bertindak kurang lebih sama seperti virus Corona biasa. Gejala yang ditimbulkan seperti terserang flu, hanya saja tetap membahayakan bagi lansia dan yang memiliki komorbid," ungkap Hendra. (dik)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved