Senin, 27 April 2026

Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan Diminta Lebih Banyak Blusukan daripada Seremonial

Jelang Setahun Kepemimpinan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, DPC PDI Perjuangan Sebut Kurangi Kegiatan Seremonial Banyak Blusukan

Penulis: Rizki Amana | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Ketua DPC PDI Perjuangan, Wanto Sugito saat ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan di kawasan Serpong 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Hampir genap setahun Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan memimpin wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Diketahui keduanya dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel oleh Pemerintah Provinsi Banten pada 26 April 2021 lalu.

Berbagai penilaian pun hadir jelang setahun kepemimpinan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan

Semisal penilaian yang datang dari Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tangsel, Wanto Sugito. 

Baca juga: Benyamin Davnie: Puluhan Pegawai OPD Lingkup Kota Tangsel Terpapar Covid-19

Wanto mengatakan pasangan tersebut masih dinilai pihaknya kurang melakukan tinjauan langsung ke lapangan atau yang lebih dikenal kegiatan blusukan oleh kepala daerah. 

"Ada pentingnya blusukan, ada pentingnya tidak mengambil kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial," katanya kepada Tribuntangerang.com saat ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel, Serpong, Senin (28/2/2022).

Wanto menuturkan selama kepemimpinan Benyamin dan Pilar, pihaknya masih menemukan pelayanan masyarakat yang minim pada bidang kesehatan dan pendidikan. 

Kata ia, hal itu ditengarai pasangan pemimpin itu tak banyak melakukan kegiatan tinjau lapangan secara langsung. 

Baca juga: Benyamin Davnie Minta 50 Persen Pegawai WFO saat Kasus Covid-19 Naik 1.800 per Hari

Bahkan, dirinya membandingkan pelayanan pemerintah yang langsung menyentuh kepada masyarakat Kota Surabaya dibanding Kota Tangsel. 

Hal itu imbas dari kerapnya kegiatan blusukan yang dilakukan Tri Risma Harini saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. 

"Blusukan saja seperti yang dilakukan kepala daerah lain. Kita bisa lihat dulu kepemimpinan Bu Risma di Surabaya, hingga Surabaya bisa berhasil," ungkap Wanto.

"Ya banyaklah temuan masalah di lapangan. Jadi tidak melulu menerima informasi, tidak melulu melalui forum birokrasi, tetapi di lapangan banyak persoalan kalau kita turun pasti ketemu," pungkasnya. (riz) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved