Rabu, 22 April 2026

Polisi Selidiki Penembokan Rumah di Tangsel yang Diduga Melibatkan Ormas

Polres Tangerang Selatan menerima laporan terkait penembokan akses rumah warga di Jalan Murjaya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangsel.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
KASUS PENEMBOKAN RUMAH - Polisi menyelidiki kasus penembokan akses rumah di Pondok Aren usai sengketa jual beli, di mana penghuni mengaku akses ditutup oleh sekelompok orang tak lama setelah mediasi.(TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN -  Polres Tangerang Selatan menerima laporan terkait penembokan akses rumah warga di Jalan Murjaya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan kini tengah melakukan penyelidikan.

"Kami jelaskan benar saat ini Satreskrim Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan hal yang disampaikan," ucap Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, IPDA Yudhi Susanto, Serpong, Tangsel, Rabu (22/4/2026)

Ia mengatakan, saat ini penyidik masih dalam tahap awal penanganan dan akan mendalami kasus tersebut lebih lanjut.

“Artinya saat ini penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan akan melakukan penyelidikan lebih jauh terkait dengan perkaranya,” ujarnya.

Sementara itu, kronologi kejadian diungkapkan pihak pemilik rumah, Raffa Azman.

Ia menyebut awal mula persoalan terjadi dari transaksi jual beli rumah dengan pemilik lama yang dilakukan secara kekeluargaan.

“Awalnya ibu saya belum mau renovasi karena sertifikat belum ada. Tapi disuruh bangun saja,” ujar Raffa.

Seiring waktu, pembayaran rumah disebut telah mencapai ratusan juta rupiah, namun sertifikat tak kunjung diberikan.

Masalah kemudian memuncak ketika pihak pemilik rumah melayangkan somasi dan mengubah status pembayaran menjadi sewa.

“Di somasi itu dibilang uang yang sudah dibayar dihitung sebagai sewa Rp50 juta per tahun,” ungkapnya.

Konflik mencapai puncaknya pada 14 April 2026 saat sejumlah orang datang ke rumah tersebut.

“Mereka datang ramai-ramai, sekitar 10 sampai 20 orang, diduga dari ormas Pemuda Pancasila,” kata Raffa.

Menurut dia, rombongan tersebut langsung mengeluarkan sejumlah barang dari dalam rumah.

“Barang-barang langsung diangkat dan dikeluarkan. Kakek saya sempat didorong saat mencoba bertahan,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved