Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2022

Ghibah di Bulan Ramadan Lewat Media Sosial, Batalkah Puasanya?

Ghibah saat berpuasa mungkin masih bisa ditahan, namun di zaman media sosial, mungkin secara tidak sadar tetap berghibah walaupun tak secara langsung.

Editor: Hertanto Soebijoto
freepik.com
Ghibah atau gosip lewat media sosial sering dilakukan di era kini, apakah akan membatalkan puasa? Foto: Ilustrasi. 

TRIBUNTANGERANG.COM -- Pada saat berpuasa, umat muslim tidak hanya menahan haus dan lapar saja, tapi diharuskan juga menahan nafsu, termasuk perkataan.

Di bulan Ramadan, umat muslim di seluruh dunia diwajibkan berpuasa.

Tetapi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yang membuat puasa rusak dan tak sempurna.

Video: Mereka yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan

Hal tersebut termasuk menjaga perkataan.

Menjaga perkataan mengacu pada hal untul menghindari ghibah atau membicarakan orang lain saat berpuasa.

Ghibah ketika berpuasa mungkin masih bisa ditahan, namun di zaman media sosial, mungkin secara tidak sadar tetap berghibah walaupun tak secara langsung.

Terkait hal tersebut, bagaimana hukumnya jika orang berpuasa tapi tetap ghibah?

Baca juga: DOKTER: Begini Olahraga yang Efektif saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

Baca juga: Puasa di Bulan Ramadan Dapat Meningkatkan Imunitas Tubuh, Berikut Ini Penjelasannya

Dr H Abdul Matin bin Salman, M.Ag menjawab pertanyaan Tribunners dalam acara Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews.com, Selasa (21/4/2020).

Sebelumnya, dosen IAIN Surakarta tersebut menerangkan jika puasa tidak hanya sekadar menahan lapar, dahaga, dan syahwat semata, tapi juga menjaga lisan.

"Pada dasarnya puasa menahan dari segala hal yang dilarang agama. Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat tetapi juga menjaga lisan kita," ujar Ustaz Abdul Matin.

Bentuk menjaga lisan yaitu menjauhi ghibah selama berpuasa.

Ustaz Abdul Matin tak lupa menyebutkan hadist yang terkait dengan ghibah.

Baca juga: BAYAR Utang Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Batas Akhir hingga Cara Qadha

"Ghibah adalah menyebutkan, menceritakan apa yang senyatanya terjadi kepada orang lain meski kejadian itu adalah faktual tetapi yang bersangkutan tidak suka apabila keburukannya diungkapkan kepada orang lain," terang Ustaz Abdul Matin.

Akan tetapi, dia berpendapat di zaman media sosial seperti sekarang ini, ghibah bukan hanya melalui lisan secara langsung namun juga bisa dilakukan melalui media sosial.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved