Ramadan 2022
Ghibah di Bulan Ramadan Lewat Media Sosial, Batalkah Puasanya?
Ghibah saat berpuasa mungkin masih bisa ditahan, namun di zaman media sosial, mungkin secara tidak sadar tetap berghibah walaupun tak secara langsung.
"Saat ini dalam rangka menjaga puasa kita apalagi di zaman saat ini ghibah atau menggunjing orang lain tidak hanya melalui lisan tapi bisa melalui Whatsapp, Instagram, Facebook, Telegram aplikasi lain dalam rangka menyebarkan hoaks atau bahkan menyebarkan keadaan yang nyata terjadi dan hal tersebut tidak disukai oleh kelompok atau individu tertentu," terangnya menjelaskan.
Dia juga mengambil contoh tentang bentuk ghibah dalam bermedia sosial yaitu menyebarkan informasi palsu atau hoaks pada orang lain.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 1443 H Dimulai Sabtu 2 April 2022
"Karena itu jika dalam keadaan puasa berhati-hatilah mengeshare dan dalam kategori ghibah. Saat ini banyak sekali bermunculan cerita yang bersumber dari berita palsu," sambungnya.
Ustaz Abdul Matin mengingatkan, ghibah tidak hanya soal membagikan keburukan orang lain, tapi juga berita faktual mengenai orang lain namun yang bersangkutan tidak suka jika fakta itu disebarkan.
"Jangankan berita palsu dalam Islam menceritakan berita yang sesungguhnya terjadi tapi tidak disukai oleh kawan kita ketika menceritakan kejadian yang sesungguhnya," jelasnya.
Apakah ghibah bisa membatalkan puasa?
Ustaz Abdul Matin menjelaskan, berghibah saat berpuasa tidak akan membatalkan puasa, namun membatalkan pahala puasa.
Baca juga: TIPS Ampuh Dokter Ahli, Lawan Covid-19 Pasien Isoman: Puasa, Tidur, Jangan Makan Nasi atau Roti
"Dalam Islam ketika seseorang menjalankan ibadah puasa lalu melakukan perbuatan ghibah yang menurutnya menceritakan kejadian sesungguhnya tapi dalam Islam ghibah dilarang. Puasanya benar, puasanya sah hanya saja pahalanya menjadi batal," terangnya.
Saat seseorang berghibah puasanya terhitung sah, tapi tidak mendapatkan pahalanya.
"Dia sah menjalankan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari tapi pahalanya tidak mendapatkan apapun," imbuhnya.
Karena, ghibah merusak amalan seseorang selama berpuasa.
Ustaz Abdul Matin memberikan sebuah hadist mengenai tak sempurnanya amalan puasa akibat ghibah.
"Barang siapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan palsu, meskipun tidak dengan perkataan tapi tulisan. Dan dia tidak mampu meninggalkan perbuatannya itu maka tidak ada kepentingan dan kebutuhan bagi Allah orang itu untuk menjalankan ibadah puasa," terangnya.
Ustaz Abdul Matin mengharapkan umat Islam bisa melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan mampu menahan diri dari segala godaan dalam penutupannya.
"Mudah-mudahan dapat menjalankan ibadah puasa tidak hanya menahan lapar tapi juga menahan syahwat lisan, syahwat tangan untuk mengetik berita yang menyakiti teman kita meski itu adalah cerita nyata," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/ghibah-soe.jpg)