Tips Agar Burung bisa Tampil dan Berkicau dengan Percaya Diri dalam Suatu Lomba
Ingin Tahu Kualitas Burung Murai Miliknya, Eric Ikuti Lomba dan Pameran Burung Berkicau di Universitas Budi Luhur
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ada yang berbeda di Universitas Budi Luhur, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Minggu (13/3/2022).
Suara kicauan burung terus terdengar di Lapangan Universitas Budi Luhur.
Namun, bukan burung yang terbang bebas, melainkan kicau burung dari dalam sangkar.
Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Rajawali Indonesia (RI) tengah mengadakan Lomba dan Pameran Burung Berkicau.
Baca juga: Tujuh Burung Senilai Rp 38 Juta di Perumahan Elit Depok Diambil Kawanan Pencuri
Eric Luque (43), pria yang tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur, menjadi satu di antara peserta yang mengikuti lomba.
Ia menceritakan, awal mula mengetahui informasi lomba di Universitas Budi Luhur dari seorang kawan yang ikut komunitas pencinta burung.
"Dari teman-teman yang ikut komunitas, saya dapat brosur. Terus saya juga lihat di update status teman, ada lomba Piala Rektor di sini. Ya, saya daftar sudah dari 3 minggu yang lalu," ujar dia, di lokasi.
Alasan Eric ikut lomba tersebut untuk mencoba kualitas burung murai miliknya yang sudah dipelihara selama 3 tahun.
Baca juga: Di Kota Ini Burung Gagak Dikerahkan untuk Memungut Puntung Rokok di Jalanan
"Selain itu, saya juga ingin jalin silaturahmi dengan sesama pencinta burung, ketiga karena masing-masing EO itu kan punya penilaian sendiri. Nah saya mau tahu kalau di Rajawali bagaimana, kalau di EO lain bagaimana," katanya.
Eric menuturkan sudah ikut lomba kicau burung sebanyak empat kali di berbagai tempat.
Menurut dia, burung murai miliknya saat ini lebih stabil dibandingkan waktu lomba sebelumnya.
Alhasil, ia sukses menjadi juara enam lomba kicau burung kategori dekan dengan tiket seharga Rp350.000.
Adapun Eric membawa pulang medali exclusive, piagam, dan uang tunai senilai Rp350.000 dalam lomba itu.
"Burungnya kini stabil. Bagi yang ingin cari burung, cari yang stabil, mainnya stabil, settingannya jangan diubah-ubah," tutur Eric yang total punya 15 burung murai itu
Ia juga membagikan tips agar burung bisa tampil dan berkicau dengan percaya diri dalam suatu lomba.
"Pertama kita harus tahu, maunya burung seperti apa. Bukan burung yang ikut kemauan kita, tapi kita yang harus ikut kemauan burung," ucap dia.
Baca juga: Penjualan Burung Pipit di Vihara Bahtera Bhakti Ancol Merosot Drastis saat Imlek
"Kedua pelajari karakter burung, ketiga tekun, sabar, sering-sering ikut latihan bersama supaya bisa tahu settingan burung kita itu apa yang kurang," sambung Eric.
Kini, ia sedang menunggu keikutsertaan burung murai miliknya dalam kategori rektor dengan tiket seharga Rp550.000.
Juara pertama mendapat uang sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp2.500.000, dan juara ketiga Rp.1.250.000.
Sebelumnya, Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino mengatakan, Lomba dan Pameran Burung Berkicau telah digelar sebanyak empat kali setiap tahunnya.
Baca juga: Pabrik Tembakau Sintetis di Bogor Edarkan Narkotika dalam Kemasan Pakan Burung
"Ini adalah penyelenggaraan rutin yang sudah keempat kali kami laksanakan," ujar dia, di lokasi pada Minggu (13/3/2022).
Acara itu juga sebagai bentuk kepedulian Universitas Budi Luhur terhadap pelestarian burung dengan peternak dan seluruh komunitas kicau mania.
"Hal ini merupakan aspirasi dari komunitas pencinta burung agar mereka punya wadah untuk menunjukkan prestasi atau kompetensi dengan burung miliknya," sambung Wendi.
Lomba dan Pameran Burung Berkicau tersebut memperebutkan Piala Rektor 4 Universitas Budi Luhur.
Baca juga: Usaha Pembuatan Kerupuk yang Tetap Kriuk saat Pandemi, Permintaan tetap Normal
Lomba itu menjadi salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan ulang tahun ke-43 Universitas Budi Luhur.
Acara digelar dari beberapa kategori, mulai dari kategori Rektor, Dekan, Kaprodi, Dosen, Mahasiswa, hingga Budi Luhur.
Setiap kategori terdiri dari beberapa jenis burung yang dilombakan dengan total hadiah jutaan rupiah.
Diperkirakan, ada 2.500 peserta yang mengikuti Lomba dan Pameran Burung Berkicau.
Jenis burung-burung yang dilombakan, yakni murai, cucak hijau, kenari, love bird, tledekan, dan hwamei.
"Ini menjadi suatu kebanggan bagi mereka apabila berhasil jadi pemenang dalam acara ini," tutur Wendi.
"Kemudian dari sisi ekonomi, karena burung-burung ini walaupun hanya hobi, tapi bisa beralih menjadi sebuah sumber penghasilan bagi mereka," lanjutnya. (M31)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Lomba-dan-Pameran-Burung-Berkicau.jpg)