Imlek

Penjualan Burung Pipit di Vihara Bahtera Bhakti Ancol Merosot Drastis saat Imlek

Turun dari 7.000 ekor Jadi 1.000 ekor, Penjualan Burung di Vihara Bahtera Bhakti Ancol Merosot Drastis Saat Pandemi

Tribun Tangerang/Junianto Hamonangan
Penjual burung di depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, juga terdampak pandemi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berimas pada penjual musiman, burung pipit. 

Penjualan burung pipit di depan Vihara Bahtera Bhakti, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara saat Tahun Baru Imlek merosot drastis dari pandemi Covid-19 yang sudah berjalan dua tahun.

Penjual burung pipit, Oman (63) mengatakan kondisi itu sudah terjadi dua tahun lalu.

Padahal selama ini burung pipit sangat identik dengan Tahun Baru Imlek.

Baca juga: Makna Merah saat Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Kwan In Tang Pamulang

"Dalam tahun-tahun ini memang penjualan agak merosot karena faktor pandemi Covid-19," kata Oman, di lokasi, Selasa (1/2/2022).

Keberadaan burung pipit identik dengan momen Imlek karena tidak sedikit dari masyarakat yang merayakan Tahun Baru Cina mempercayai tradisi melepas burung sebagai bentuk doa.

Ketika sebelum pandemi, tujuh kandang dengan satu kandang berisi sekitar 1.000 ekor burung pipit bisa ludes terjual.

Namun momen seperti itu tidak bisa terulang saat situasi pandemi.

Baca juga: Pedagang Burung Pipit di Vihara Boen San Bio Tangerang Raup Rp 1,6 Juta saat Imlek

"Kalau tahun-tahun sebelum pandemi bisa habis tujuh kandang, habis 7.000 ekor. Sekarang baru satu kandang aja, baru 1.000 ekor baru. Sangat berbeda jauh," katanya.

Menurut Oman, ada dua jenis burung yang dijual yakni pipit dengan dihargai Rp 2.000 per ekor serta bondol yang dibanderol Rp 3.000 per ekor.

"Beda harganya dilihat soal kecantikan burungnya dan kelincahan atau daya terbang. Burung di sini emprit (pipit) dengan bondol, dua jenis," ujarnya.

Selain itu masyarakat biasanya membeli burung sesuai dengan makna tertentu yang dipercayai seperti usia mereka atau sebanyak 108 ekor sesuai simbol tertentu dalam ajaran Buddha.

Baca juga: Warga Tionghoa Rindu Atraksi Barongsai dan Liong saat Perayaan Tahun Baru Imlek

"Misalnya yang beli berdasarkan usia. Beli 25 ekor berarti usianya 25 tahun. 10 ekor, 10 tahun. Terus ada yang beli 108 ekor biasanya buat sekeluarga, dengan harga Rp 216.000," ucap Oman.

Masyarakat yang melakukan tradisi melepas burung mempercayai bahwa apa yang dilalukan tersebut bisa membuat hidup jauh dari masalah. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved