Tangerang Raya

Angka Stunting Anak di Kota Tangsel Naik 2 Persen Harus Ditangani Lintas Organisasi Perangkat Daerah

Kasus stunting atau gagal pertumbuhan karena kekurangan gizi bagi anak di wilayah Kota Tangerang Selatan naik 2 persen lebih.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, angka stunting di Kota Tangsel naik 2 persen lebih. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR - Kasus stunting atau gagal pertumbuhan karena kekurangan gizi bagi anak di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) naik 2 persen lebih.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mencatat  bahwa ada kenaikan kasus stunting sejak masuk tahun 2022 jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar.

"Angka stunting didapat dari survei gizi jadi memang di tahun 2021 dibanding tahun 2022 ini terjadi kenaikan," kata Allin saat dikonfirmasi Ciputat Timur, Kota Tangsel, Sabtu (19/3/2022).

Dia menuturkan, kenaikan itu dibandingkan dengan kasus stunting pada tahun 2021. 

Baca juga: Ade Fitrie Kirana Dukung Pencegahan Stunting karena Anak Masa Depan Indonesia

Baca juga: Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara berkala untuk Cegah kesalahan Penanganan Stunting

Menurutnya, terjadi kenaikan sebesar 2 persen kasus stunting pada anak sejak masuk tahun 2022 ini. 

"Tahun 2021 stunting sebesar 17 persen, sekarang 19,9 persen naiknya 2 persen," ujarnya. 

Allin Hendalin mengatakan, untuk menuntaskan masalah stunting diperlukan kerjasama antar organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Tangsel. 

Alasannya, penanganan stunting harus dilakukan melalui langkah-langkah termasuk wanita remaja maupdam n pengantin muda. 

"Nah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Artinya ini bukan pekerjaan dinas kesehatan saja tapi banyak OPD dan stakeholder lain yang terlibat," kata Allin. 

"Kami Dinas Kesehatan tentunya perannya lebih banyak di hilir bagaimana kami terus melakukan intervensi spesifik untuk stunting ini."

"Sementara intervensi sensitif itu dilakukan oleh OPD-OPD lain yang terkait," kata Allin Hendalin Mahdaniar.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved