Menjelang Ramadan
Ini Alasan Terjadi Kenaikan Harga, Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, serta Pasca Lebaran
IKAPPI Ungkap Tiga Tahapan Kenaikan Permintaan dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan 2022
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- DPP (Dewan Pimpinan Pusat) IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) buka suara soal kenaikan permintaan dan kenaikan harga bahan pokok yang akan terjadi dalam waktu menuju bulan suci Ramadan 2022.
Wasekjend Kajian Penelitan dan Pengembangan DPP IKAPPI, Putri Bilanova mengingatkan masyarakat tahapan-tahapan adanya kenaikan permintaan dan kenaikan harga tersebut.
Adapun tahapan pertama, biasanya terjadi pada 3 hari sampai dengan 1 minggu menjelang Ramadan. Hal ini terjadi karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi.
"Kita memiliki masyarakat yang turun temurun berbudaya dalam menyambut awal Ramadan menyajikan makanan-makanan istimewa. Maka kami berharap dalam fase pertama ini, pemerintah dapat menjaga pasok bahan-bahan yang ada di pasar dapat tersedia dan distribusi dijaga dengan baik serta produksi dapat di perbaiki," jelas Putri melalui keterangan tertulisnya, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Cabai Alami Kenaikan Harga Rp 5.000-10.000/Kg Menjelang Ramadan
Tahapan kedua, kata dia, fase ini terjadi 7 hari sampai 3 hari menjelang Idul Fitri. Dalam waktu transisi fase pertama dan kedua, terjadi penurunan permintaan di waktu pertengahan Ramadan, lalu melonjak tinggi di penghujung Ramadan menuju ke Hari Raya Idul Fitri
Biasanya pedagang dan masyarakat mempersiapkan beragam macam hidangan pada Hari Raya, maka permintaan pun akan melonjak tinggi.
"Kami harap dalam fase ini, kita dapat menjaga pasokan tetap aman dan distribusi lancar. Fase kedua ini banyak terjadi kendala di distribusi karena beberapa komoditas harus terganggu dengan adanya arus mudik lebaran," ungkap dia.
Baca juga: Pedagang Gorengan Berharap Pemerintah Dapat Menurunkan Harga Minyak Goreng Sebelum Ramadan Tiba
Sementara yang terakhir, yakni tahapan ketiga, fase akhir ramadhan ini terjadi waktu setelah Idul Fitri, 2-3 hari setelah lebaran dimana banyak komoditas tidak dapat ditemui di pasar tradisional karena banyaknya pedagang yang masih mudik dan tidak memiliki stok.
Menurutnya, tahapan ini juga rawan, pihaknya berharap pemerintah juga mengantisipasi fase ini agar masyarakat bisa tersenyum dan lancar menjalankan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022. (m27)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/ilustrasi-hidangan-spesial-saat-Lebaran.jpg)