Aksi KKB Papua

Sepuluh Prajurit Marinir Kena Serpihan Granat, Dua di Antaranya Gugur

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua menyerang Pos Satgas Mupe Marinir-3 di Kampung Dikware Bawah, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Sabtu (26/3)

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Kodam XVII/Cenderawasih
Anggota TNI yang menjadi korban penyerangan KKB atau KST di Kabupaten Nduga Provinsi Papua dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis. 

9 Pratu Mar Rahmad Sulman (luka-luka)

10. Prada Mar Dicky Sugara (luka-luka)

Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan SE mengatakan, pihak TNI sudah berhasil mengevakuasi personel Satgas Muara dan Perairan/Mupe Korps Marinir dari Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Baca juga: PB ISSI Berambisi Bawa Atlet Sepeda BMX Tembus Olimpiade 2032

Para korban dibawa ke Bandara Mozes Kilangin Timika Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Sebanyak 6 korban yang mengalami luka-luka dirawat di IRD RSUD Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

Kemudian 2 orang yang mengalami luka ringan masih berada di Kenyam Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menduga, kelompok yang melakukan penyerangan adalah KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyerangan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Gelar Sayembara Desain Istana Wapres dan Tempat Ibadah

"Belum dipastikan apa yang menyebabkan mereka diserang KKB yang diduga dipimpin Egianus Kogoya dan itu akan diselidiki," ujar Izak, Sabtu, dikutip dari Kompas.

Hal senada dikatakan Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.

Irjen Mathius menyebut kelompok yang melakukan penyerangan itu diduga Egianus. Sebab, Egianus memiliki persenjataan lengkap.

"Kelompok Egianus merupakan KKB yang memiliki persenjataan paling banyak, salah satunya adalah GLM hasil rampasan," kata Mathius, Sabtu.

Mathius mengatakan, kontak senjata sempat terjadi selama tiga kali, yaitu pada pukul 17.50 WIT, 18.45 WIT, dan 19.45 WIT.

Baca juga: Awal Ramadan 1443 H Pemerintah dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda, Ini Penyebabnya

Akibat kontak senjata itu, satu prajurit TNI gugur dan dua kritis.

"Satu anggota Marinir gugur dan dua lainnya kritis akibat granat yang dilontarkan KKB," ujarnya.

Saat ini, kata Mathius, seluruh aparat keamanan di Kenyam dalam kondisi siaga karena diduga beberapa anggota KKB masih berada di sekitar bandara.

"Sebagian besar KKB sudah lari tapi masih ada beberapa yang masih ada di sekitar ujung bandara," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved