Pembelajaran Tatap Muka

PTM 100 Persen di Jakarta Mulai Hari Ini, Jam Belajar Dibatasi 6 Jam

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kapasitas 100 persen kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai hari ini, Jumat (1/4/2022).

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
ilustrasi - Pembelajaran tatap muka 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radjagah menyebut bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kapasitas 100 persen kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai hari ini, Jumat (1/4/2022).

Anak buah Anies Baswedan ini juga mengatakan bahwa Ibu Kota sudah memenuhi persyaratan menggelar PTM 100 persen yang tertuang dalam Surat Edaran terbaru yang diterbitkan oleh Kemendikbud-ristek.

Pertimbangan lainnya yaitu kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta kian melandai dibandingkan Februari lalu.

"Artinya temuan-temuan kasus sudah mulai sangat jauh berkurang dibanding dengan dulu (sewaktu) Omicron naik," ucap Taga kepada wartawan, Jumat (1/4/2022).

Menurut Taga, adapun durasi belajar mengajar maksimal 6 jam.

Baca juga: Segera Diterapkan, DPRD DKI Jakarta Nilai PTM Tak Perlu Dihentikan Jika Ditemukan 1-2 Kasus Covid-19

"Sudah mulai hari ini, kan kita sudah bersepakat dengan regulasi yang ada, PTM dari Paud, SD, SMK, sudah menerapkan secara menyeluruh. Namun durasi belajar dibatasi maksimal 6 jam," jelas dia.

Tak hanya itu, Taga juga menjelaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di sekolah sejak awal telah dipersiapkan.

"Sehingga toh kalau dilaksanakan PTM 100 persen tinggal jalan," tutup dia.

Sebelumnya diketahui, DPRD DKI Jakarta menilai Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak perlu menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) jika menemukan satu kasus Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Ingin Gelar PTM 100 Persen, Pemkot Tangerang Kejar Vaksinasi Booster

Dibanding menutup PTM sekolah selama beberapa hari, sebaiknya Disdik berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengisolasi warga sekolah yang terpapar Covid-19.

Dibanding menutup PTM sekolah selama beberapa hari, sebaiknya Disdik berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengisolasi warga sekolah yang terpapar Covid-19.

"Kalau terjadi anak terkena Covid-19 ya kalau cuma satu atau dua anak, jangan sekolahnya yang ditutup. Tapi anaknya saja yang diisolasi," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria pada Selasa (29/3/2022).

Iman mengatakan, hal itu sudah disampaikan kepada Disdik DKI Jakarta saat rapat kerja pada Senin (28/3/2022) lalu.

Baca juga: Arief R Wismansyah Bahas PTM Terbatas Era Pandemi Covid-19 Bersama Ahli Epidemiologi

Namun PTM bisa dihentikan sementara jika jumlah warga sekolah yang terpapar melebihi lima persen dari kapasitas yang ada.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved