Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2022

Satgas Rafi Pastikan Kelancaran Penyaluran BBM Selama Ramadan dan Idul Fitri

PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam kondisi aman menghadapi arus mudik Idul Fitri 2022.

Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Angga Bhagya Nugraha
Pengendara menuangkan BBM jenis Pertamax di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam kondisi aman menghadapi arus mudik Idul Fitri 2022.

"Stok Pertalite dan BBM secara keseluruhan dalam posisi aman. Kami pastikan stok di Pertamina maupun di SPBU cukup," kata Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting saat dihubungi, Selasa (5/4/2022).

Menurutnya, Pertamina juga telah membentuk Satgas menghadapi Idul Fitri untuk melakukan monitor dan memastikan ketersediaan BBM dan LPG.

"Kami juga akan menyiapkan SPBU Siaga, Agen LPG Siaga dan lain-lain untuk memastikan agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatannya dengan lancar," paparnya.

Baca juga: Perang Sarung di Tangerang, Polisi Amankan Puluhan Remaja yang Terlibat

Pertamina juga telah membentuk tim Satuan Tugas Khusus Ramadan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) untuk memastikan kelancaran pasokan dan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat.

Tim Satgas Rafi akan bertugas mulai tanggal 11 April hingga 10 Mei 2022 mendatang.

Tim Satgas RAFI akan berkoordinasi dengan instansi terkait misalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), TNI dan Kepolisian.

Baca juga: 2 WNA Asal India Pakai Identitas Palsu Ditangkap Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Baru-baru ini, Pertamina menaikkan harga Pertamax RON 92 menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter. Hal ini menimbulkan pegeseran pembelian BBM oleh konsumen dari sebelumnya membeli Pertamax ke Pertalite.

Namun pergeseran tersebut dinyakini tidak akan berlangsung lama setelah mengetahui adanya perbedaan dalam mengendarai mobil maupun motornya.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, migrasi dari Pertamax ke Pertalite saat ini tidak banyak, pada kisaran 20 persen hingga 25 persen dari total komsumen Pertamax.

Baca juga: Liga 1 Akan Kembali Bergulir, Pemain Sepak bola Tetap Berlatih Saat Berpuasa, ini Kiatnya

"Itu pun tidak berlansung lama, karena nanti pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite akan kembali menggunakan Pertamax, karena mereka sudah merasakan adanya perbedaan dari menggunakan Pertamax ke Pertalite," papar Mamit, Selasa (5/4/2022).

Mamit menilai, pengguna Pertamax pun rata-rata golongan menengah ke atas dan memiliki pemahaman akan manfaat dari menggunakan BBM RON tinggi.

Terkait Pertalite, kata Mamit, setelah Pertalite masuk ke barang subsidi, maka sudah sepatutnya adanya pembatasan penggunanya.

"Untuk pengguna mobil mewah dan mobil baru kita harapkan tidak menggunakan Pertalite. Begitu juga untuk PNS dan pegawai BUMN, kita minta untuk menggunakan Pertamax agar subsidi pemerintah ini tepat sasaran," ujarnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved