Demo Mahasiswa

Ada Indikasi Pelajar Bayaran di Kota Tangerang yang Hendak Unjuk Rasa di DPR RI

Polres Metro Tangerang Kota menemukan indikasi ada massa bayaran yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPR RI.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Sebanyak 92 remaja berstatus pelajar diamankan Polres Metro Tangerang Kota lantaran hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022). Polisi menduga, ada massa bayaran di antara para pelajar ini yang kasusnya masih diselidiki lebih lanjut. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Polres Metro Tangerang Kota menemukan indikasi ada massa bayaran yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPR RI.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Komarudin mengatakan, indikasi massa bayaran tersebut ada di antara kalangan pelajar.

Indikasi massa bayaran diketahui setelah dilakukan pemeriksaan telepon seluler para pelajar yang diamankan saat hendak mengikuti aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR RI.

"Sejauh ini masih kita periksa dari hasil pembicaraan di telepon seluler mereka, dan memang ada yang membahas uang," kata Komarudin, Selasa (12/4/2022).

"Ada beberapa anak yang menyatakan tidak memiliki uang, ada juga yang menjamin akan diberikan uang," ujarnya lagi.

Menurutnya, nominal yang diterima para pelajar tersebut dalam kisaran puluhan ribu rupiah.

Namun demikian, hal tersebut hanya berdasarkan percakapan dalam pesan singkat dan belum menjalani transaksi.

"Jaminan uang yang akan diberikan kepada beberapa pelajar ini hanya berada pada kisaran puluhan ribu ya, namun baru sebatas percakapan saja," katanya.

"Tapi hal ini (indikasi massa bayaran) masih kita terus dalami lagi," ujarnya.

Baca juga: Total Ada 86 Pelajar Hendak Ikut Unjuk Rasa Diamankan di Polrestro Tangerang Kota

Baca juga: Pos Penyekatan Ciputat Timur akan Lakukan Sweeping Pelajar yang Akan Ikut Demo Mahasiswa

Selain menyelidiki ada indikasi massa bayaran, pihak kepolisian juga menelusuri penggerak aksi unjuk rasa yang mengajak para pelajar itu.

Menurutnya, apabila hasil percakapan pesan singkat pada masing-masing telepon seluler para pelajar memiliki keterkaitan satu sama lain, pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kami dalami isi di telepon seluler para pelajar ini, memang ada ajakan untuk mengikuti demonstrasi, ini yang masih kami telusuri, siapa yang mengajak dan menggerakkan mereka."

"Karena sangat disayangkan, anak seusia mereka, pelajar, diajak untuk mengikuti aktivitas demonstrasi ke jakarta."

"Percakapan mereka diajak itu melalui pesan WhatsAap dan masih dalam lingkaran sesama teman."

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved