Senin, 4 Mei 2026

Korban Perang Sarung

Lerai Perang Batu Berbungkus Sarung, Seorang Pemuda Alami Luka di Kepala dan Tewas

Erwin (17) meninggal dunia setelah mengalami luka di kepala akibat dihantam sarung berisi batu. Erwin adalah pemuda yang melerai perang sarung.

Tayang:
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribunbanten.com
Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlanyah 

TRIBUNTANGERANG.COM, PANDEGLANG -- Seorang pemuda berusia 17 tahun, Erwin meninggal dunia akibat mengalami luka di kepala.

Luka tersebut didapat Erwin ketika melerai perang batu berbungkus sarung.

Erwin merupakan warga Kampung Kaducina, Desa Gunungsari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dia juga berstatus pelajar kelas tiga sebuah SMA di Pandeglang.

Nurlaelis Syailendra (45), bibi almarhum menjelaskan, Erwin mengalami luka di kepala karena dihantam batu dibungkus sarung.

Baca juga: Dinas Perhubungan Kota Tangerang Gelar Ramp Check Bus di Terminal Poris Plawad

Menurut dia, insiden itu berawal ketika dua kelompok bocah usia SD dan SMP terlibat perang batu dibungkus sarung. Mereka adalah anak-anak Kampung Kaducina dan anak-anak Kampung Balegede, Desa Gunungsari, Mandalangwangi.

Sepintas, aksi tersebut mirip perang sarung. Kedua kelompok saling serang bersenjatakan sarung. Nyatanya, sarung itu berisi batu yang bisa melukai orang yang terkena sabetan sarung tersebut.

"Sarungnya itu diisi batu," kata Nurlaelis atau Lilis, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Kota Tangerang Gencarkan Vaksinasi Booster Jelang Mudik Lebaran

Dalam keributan antara dua kelompok tersebut, anak-anak Kaducina terdesak dan ke dalam area masjid.

Erwin yang berada di dalam masjid, segera beranjak untuk melerai dua kelompok bocah yang terlibat perang sarung.

"Karena anak-anak Kaducina terdesak, mereka lari ke masjid, di masjid dilerai oleh Erwin," ujar Lilis.

Saat melerai, Erwin terkena sabetan sarung berisi batu. "Tapi malah Erwin yang dipukuli menggunakan sarung berisi batu," katanya.

Baca juga: Aksi Heroik Farizal, Sekuriti yang Gagalkan Perampokan BJB Fatmawati Dapat Penghargaan

Sejumlah orang dewasa berdatangan dan menolong Erwin. Bocah-bocah yang terlibat perang sarung pun bubar.

Lilis menjelaskan pada hari Sabtu (16/4/2022), Erwin dilarikan ke RSUD Berkah, Pandeglang. Korban didiagnosa mengalami perdarahan otak.

"Akhirnya dirujuk ke RS Sari Asih Serang lalu dirujuk lagi ke Tangerang karena harus dioperasi," ujarnya.

Lilis menyatakan, pihak rumah sakit memberi tahu bahwa biaya operasi tersebut mencapai Rp 50 juta. Lantara pihak keluarga tidak memiliki dana sebesar itu, mereka membawa pulang Erwin.

Baca juga: Kafe Jual Minuman Keras ke Anak di Bawah Umur Dirazia Satpol PP Kabupaten Tangerang

Sumber: Tribun banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved