Aksi Unjuk Rasa

Tujuh Bocah Bekasi Diringkus di Lokasi Unjuk Rasa, Mengaku Dapat Ajakan Demo Hingga Bolos Sekolah

Tujuh bocah diringkus polisi karena menyusup ke massa yang berunjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022). Mereka mengaku dari Bekasi

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ign Prayoga
TribunTangerang.com/Desy Selviany
Sebanyak tujuh bocah diringkus polisi karena menyusup ke massa yang berunjuk rasa di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, GAMBIR -- Sebanyak tujuh bocah diringkus polisi karena menyusup ke massa yang berunjuk rasa di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).

Para bocah tersebut diamankan di dekat Wisma Antara atau tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Salah satu bocah menyebut Bekasi ketika ditanya di mana rumahnya.

Bocah-bocah tersebut mengaku membolos sekolah untuk ikut unjuk rasa.

Baca juga: Rawan Disusupi Perusuh, Massa yang Mau Demo Diminta Tunjukkan Surat Pemberitahuan Unjuk Rasa

Namun dia tidak tahu tujuan unjuk rasa tersebut. "Dateng saja, namanya dikasih info (ada unjuk rasa)," katanya.

Para pelajar yang diamankan pihak kepolisian dibawa ke pos pengamanan yang ad di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya cegah unjuk rasa berakhir rusuh seperti 11 April 2022 lalu, Polda Metro Jaya akan berlakukan filterisasi bagi para massa aksi Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta 85.000 per Hari Jelang Mudik Lebaran

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan bahwa saat ini ada tujuh elemen yang mengajukan surat pemberitahuan akan melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Gambir, dan depan Gedung DPR RI, Tanah Abang.

Sehingga nantinya, saat ada massa aksi hendak masuk titik unjuk rasa baik di DPR RI dan Patung Kuda, Polda Metro Jaya akan meminta surat pemberitahuan unjuk rasa.

"Kegiatan filterisasi untuk hindari penyusupan dari orang lain maupun kelompok yang akan melakukan unjuk rasa sehingga kita harapkan dengan filterisasi ini tidak ada penyusup yang masuk ke kelompok unjuk rasa," kata Zulpan di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).

Filterisasi akan dilakukan di beberapa titik. Misalnya saja di kolong flyover dekat DPR RI yang menjadi salah satu lokasi unjuk rasa.

Baca juga: Ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Cengkareng Timur meminta THR, Ketua PAC Minta Maaf

Apabila tidak memiliki surat pemberitahuan aksi, massa dilarang mendekat ke titik demo.

"Kami lakukan filterisasi baik dari lokasi mereka bergerak nanti akan kita lakukan filterisasi, jadi tidak diberikan akses untuk menuju ke lokasi unjuk rasa," ujar Zulpan.

Rencananya, akan ada 800 hingga 1.200 peserta yang akan melakukan unjuk rasa.

Sementara personel gabungan yang dikerahkan mencapai 9.915 orang.

Baca juga: Adang Ambulans Bawa Pasien, Pria Berseragam ASN Polri Bersikap Kasar

"Untuk kekuatan yang dikerahkan hari ini totalnya 9.915, itu terdiri dari kekuatan Polri dan dibantu TNI dalam hal ini Kodam Jaya 1.140 personel, selebihnya anggota Polri dan juga ada Satpol PP," jelas Zulpan.

Menurut Zulpan, banyaknya personel yang dikerahkan ialah untuk antisipasi jamin keamanan masyarakat yang melakukan demonstrasi dan juga masyarakat yang di sekitar lokasi demonstarsi.

Zulpan mengimbau agar peserta aksi bisa berunjuk rasa dengan tertib sesuai dengan amanat Undang-undang No 9 tahun 1998. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved