Tanah Longsor
Neha Berhasil Menyelamatkan Diri Sebelum Warungnya Longsor ke Jurang
Tanah longsor terjadi di tepi jalur mudik Sumedang-Bandung, Minggu (24/4/2022) malam. Dua warung di pinggir jalan tersebut, terseret ke jurang
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
"Ini kejadian pertama tanah ambles di Cigendel," kata Ardiyanto.
Baca juga: Tri Suaka dan Zinidin Zidan Minta Maaf ke Andika Kangen Band dan Rizal Armada
Ardiyanto mengatakan, pemudik yang melintasi jalur Cigendel-Cadas Pangeran harus sangat berhati-hati. "Kami juga sudah antisipasi kerusakan-kerusakan kecil akibat geseran tanah dan sudah kami laporkan ke Dinas PU," ucapnya.
Musibah tanah longsor juga terjadi Desa Pasir Buru, Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Sabtu (23/4/2022) malam.
Material tanah longsor kemudian mengantam rumah Onda di Dusun Ciherang RT 01/03 Desa Pasir Buru. "Peristiwa ini terjadi saat hujan deras sekitar pukul 21.00," kata Ili, Camat Rancakalong.
Baca juga: Kawanan Pencuri Tujuh Kalung Emas Singapura Ditangkap di Lampung
Terjangan tanah longsor membuat dinding rumah Onda ambruk dan menimpa Am, cucu Onda yang berusia tiga tahun. Am yang mengalami luka berat kemudian dilarikan ke RSUD Sumedang.
Korban meninggal dunia setelah beberapa jam dirawat di rumah sakit tersebut. "Korban mengembuskan napas terakhir pukul 02.00," ucap pejabat humas RSUD Sumedang, Rudianto, kepada TribunJabar.id.
Baca juga: Dalam Dua Hari, Sebanyak 76.971 Kendaraan Pemudik Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Jakarta-Cikampek
Camat Rancakalong menjelaskan, Am dan orangtuanya warga Dusun Lebak Maja, Desa Kuta Mandiri, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang. Malam itu, Am diajak berkunjung ke rumah sang kakek hingga datang bencana tanah longsor tersebut.
"Saat kejadian mereka tengah menikmati menonton televisi di ruang tengah tiba-tiba dinding rumahnya ambruk akibat jebol tanah longsor," ucapnya. (*)
Sumber: TribunJabar.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/tanah-longsor-Sumedang.jpg)