Sosok

Kisah Saparudin, Nakes yang Sudah Tiga Kali Ramadan Dihabiskan di RSDC Wisma Atlet

Nakes Wisma Atlet asal Bengkulu: Lebih dari 2 Tahun Jadi Relawan, Pantang Pulang Sebelum Corona Tumbang

Tribun Tangerang/Leonardus Wical Zelena Arga
Relawan tenaga kesehatan (nakes), Saparudin (28) ketika ditemui wartakotalive.com, di Ruang Media Center, Tower 1, RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA – Para tenaga kesehatan (nakes) jadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Banyak kisah para nakes yang bahkan rela berjauhan dari keluarga menjadi relawan di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. 

Mengenakan sweater lengan pendek berwarna kuning, pria asal Bengkulu mengaku sudah menjadi relawan tenaga kesehatan nakes di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020.

“Saya sudah jadi relawan di sini sejak Minggu (29/3/2020) waktu awal corona, saya langsung tergerak menjadi relawan nakes dan terbang dari Bengkulu menuju Jakarta,” ujar Saparudin.

Baca juga: Sepekan Setelah Lebaran, RLC Kota Tangsel Kosong Pasien Covid-19

Pria berumur 28 tahun itu mengatakan, sudah tiga kali Bulan Ramadan tidak ia habiskan bersama dengan keluarganya di Bengkulu.

Sapar lebih memilih untuk menjalankan tugas kemanusiaan sebagai relawan nakes di RSDC Wisma Atlet.

Hal yang membuat ia bertahan hingga saat ini adalah semboyan yang selalu Sapar tanamkan, yaitu pantang pulang sebelum corona tumbang.

“Jadi memang saya dan teman-teman bakal tetap ada di sini sebelum corona benar-benar menghilang,” ujar pria kelahiran tanggal 16 Agustus itu.

Baca juga: Selain Urai Kemacetan, Demokrat Setuju WFH Usai Lebaran untuk Upaya Isoman Cegah Covid-19

Sapar bercerita kepada wartakotalive.com, Rabu (11/5/2022) di Ruang Media Center, Tower 1, RSDC Wisma Atlet, walaupun keluarganya mendukung, tetapi terkadang mereka berkeluh kesah karena tiap Idulfitri ia tidak ada di rumah.

“Motivasi awal saya ya karena dukungan dari keluarga, khususnya kedua orangtua saya. Walaupun keluarga mendukung, tapi pernah ada sedikit komplain dari mereka, ketika saya tidak bisa pulang ke Bengkulu saat Idulftri,” ujar pria lulusan Poltekkes Kemenkes Bengkulu itu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved