Banten

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Bahas Strategi Penanganan Stunting dan Gizi Buruk

Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar membahas strategi penanganan stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
istimewa
Pj Gubernur Banten Al Muktabar setelah dilantik segera melakukan rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah Pemprov Banten membahas stunting dan gizi buruk, Sabtu (14/5/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KOTA SERANG - Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar membahas strategi penanganan stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten.

Al Muktabar membahasnya saat rapat kerja dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sabtu (14/5/2022).

Pasalnya, penanganan stunting dan gizi buruk menjadi menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Yang menjadi agenda kita bersama, tentu di samping hal yang sudah tersusun dalam APBD Provinsi Banten 2022, kita lakukan langkah-langkah semakin terarah kepada capaian visi misi Presiden dan Wakil Presiden," kata Al Muktabar seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (14/5/2022).

Dia menuturkan, Pemprov Banten sedang menelusuri data-data sesuai identitas orangtua yang memiliki balita.

Langkah selanjutnya, pihaknya bakal melakukan sejumlah langkah-langkah penanganan dan pencegahan agar tidak ada anak-anak yang bermasalah terhadap tumbuh kembangnya.

"Beberapa instrumen itu yang melibatkan kabupaten dan kota nanti harus ada kesepakatan."

"Misalnya terkait dengan pengalokasian bantuan keuangan yang harus ada persentasenya untuk penanganan kedua masalah di atas," ujarnya.

Baca juga: Angka Stunting Anak di Kota Tangsel Naik 2 Persen Harus Ditangani Lintas Organisasi Perangkat Daerah

Baca juga: Ade Fitrie Kirana Dukung Pencegahan Stunting karena Anak Masa Depan Indonesia

Dia menuturkan, OPD dan Pemerintah Daerah dapat mengoptimalkan penanganan dan pembinaan gizi buruk dan stunting.

Menurutnya, ada tiga tahapan pendekatan yang akan dilakukan pihaknya terkait penanganan stunting dan gizi buruk pada anak.

Serta penanganan pendekatan charity atau memberikan bantuan makanan yang kaya akan kandungan gizinya.

"Yang kedua mengedukasi masyarakat untuk mandiri, karena jika tidak dilakukan edukasi maka bisa dipastikan mereka akan kembali kepada persoalan pertama," katanya.

Keluarga yang sudah mendapatkan edukasi untuk mandiri, bisa diberikan pembekalan berbagai macam usaha dan modal usaha

"Ketika itu sudah dilakukan, kita akan meningkat pada level ketiga, memberikan konektivitas terhadap pembiayaan usaha mereka, bisa lewat KUR atau yang lainnya," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved