Internasional
McDonald's Angkat Kaki dari Rusia, Mulai Beroperasi Ketika Uni Soviet Masih Ada
McDonald's angkat kaki dari Rusia setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di negara itu. Jaringan McDonald's Rusia dijual ke perusahaan lokal
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- McDonald's mengumumkan penarikan mereka dari Rusia sebagai imbas dari invansi Rusia ke Ukraina. Bahkan, perusahaaan ini telah memulai upaya menjual bisnisnya di negara tersebut.
"Setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di negara itu, McDonald's Corporation mengumumkan akan keluar dari pasar Rusia dan telah memulai proses untuk menjual bisnis Rusia-nya," kata pernyataan resmi McDonald's yang diterbitkan di situs web PR Newswire, Senin (16/5/2022).
"Ini mengikuti pengumuman McDonald's pada 8 Maret 2022, bahwa mereka telah menutup sementara restoran di Rusia. dan menghentikan operasi di pasar," imbuh pernyataan tersebut.
"Sebagai bagian dari keputusan McDonald's untuk keluar dari Rusia, perusahaan mengejar penjualan seluruh restoran McDonald's di Rusia kepada pengusaha lokal," ujarnya.
Baca juga: Berdiri Sejak 1930 Pasar Gede Hardjonagoro di Solo Tetap Jadi Simbol Harmoni Sosial Budaya
McDonald's bermaksud untuk memulai proses "de-Arching" restoran tersebut, yang berarti tidak lagi menggunakan nama, logo, merek, dan menu McDonald's. Di sisi lain, McDonald's akan terus mempertahankan merek dagangnya di Rusia.
Prioritas McDonald's saat ini adalah memastikan karyawan McDonald's Rusia terus dibayar hingga penutupan transaksi dan bahwa karyawan memiliki pekerjaan di masa depan.
Sebuah sumber di McDonald's mengatakan kepada TASS, restoran akan dibuka di Rusia dengan merek baru pada pertengahan Juni, sementara pekerjaan, sebagian besar pemasok, dan menu akan dipertahankan.
Baca juga: Menu Makanan Hotel Monoton, NOC Indonesia Sediakan Makanan Indonesia untuk Para Atlet
Setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina, sejumlah perusahaan asing menghentikan kegiatan di Rusia.
McDonald's hadir di Rusia mulai Januari 1990. Saat itu, Rusia merupakan ibu kota Uni Soviet. Di tahun berikutnya, tepatnya Desember 1991, Uni Soviet bubar dan terpecah menjadi beberapa negara di antaranya Rusia dan Ukraina yang saat ini sedang bertikai.
Sementara itu, merek mobil asal Prancis, Renault, nasibnya lebih buruk setelah dinasionalisasi. Renault tidak akan memiliki opsi untuk membeli kembali pabriknya di Moskow, kata Wakil Walikota Maksim Liksutov di televisi Moskva-24.
Baca juga: Sabet Dua Emas SEA Games Vietnam, Pesenam Rifda Bertekad Tampil di Asian Games dan Olimpiade
"Penting bahwa ketika kami mendapatkan pabrik, kami tidak memberikan opsi kepada Renault untuk pembelian kembali. Itu adalah posisi prinsip walikota Sergey Sobyanin," kata Liksutov.
Dia menambahkan, pabrik Renault di masa depan akan menggunakan sebagian besar suku cadang mobil buatan Rusia dan Kota Moskow siap memasok kebutuhan pabrik.
Sobyanin sebelumnya mengatakan pabrik tersebut akan membuat mobil Moskvitch. Pembuat truk Kamaz akan menjadi mitra teknologi.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Bengkulu Dini Hari
Kementerian Perdagangan dan Industri Rusia mengharapkan bekas pabrik Renault Rusia akan mulai memproduksi mobil Moskvitch akhir tahun ini.
Dinasionalisasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Lambang-McDonalds.jpg)