Formula E

Alasan BUMN Tak Beri Dukungan Sponsor ke Formula E, Proposal yang Diajukan Mepet

Kementerian BUMN membantah tudingan yang menganggap pihaknya menghambat perhelatan Formula E Jakarta dengan cara tidak memberi dukungan sponsorship.

Tribuntangerang.com/Gilar Prayogo
Unboxing replika mobil Formula E di Jakarta Internasional Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (26/5/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kementerian BUMN membantah tudingan yang menganggap pihaknya menghambat perhelatan Formula E Jakarta dengan cara tidak memberi dukungan sponsorship.

Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan pihaknya menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan negatif seakan-akan BUMN tidak mendukung Formula-E Jakarta.

“Pernyataan itu tidak benar, karena tidak ada kebijakan menghambat sponsonship bagi even yang dimaksud,” ucap Arya, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

Kementerian BUMN pada prinsipnya mendukung semua inisiatif untuk memajukan pembangunan bangsa dan termasuk berbagai program industri pariwisata nasional.

Baca juga: Gunakan Safety Car Bareng Bruno Correia, Anies Pantau Sirkuit Formula E

Hal itu pula yang dilakukan Kementerian BUMN dengan memberikan dukungan seperti ketika ada perhelatan MotoGP 2022 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, beberapa waktu lalu.

Terbukti, sebuah operator seluler yang sebagian sahamnya masih dimiliki Kementerian BUMN itu ikut memberikan dukungan. Sehingga tidak ada alasan yang kontra produktif.

“Bahkan PT Indosat Tbk (dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison), yang sebagian sahamnya turut dimiliki BUMN, telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut,” sambung Arya.

Adapun sekarang ini BUMN sedang konsentrasi untuk mendukung perhelatan besar negara yaitu pertemuan G-20 yang akan dilaksanakan di Bali, Oktober 2022 mendatang.

Proposal  Idealnya 3 Bulan Hingga 1 Tahun

Arya Sinulingga mengungkapkan proposal sponsorship Formula E Jakarta yang diterima pihaknya terbilang mepet. 

“Sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari panitia rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan,” ucap Arya, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022). 

Sementara dalam memberikan dukungan untuk even besar berskala internasional, diperlukan proses yang tidak sebentar.

Hal ini agar dapat memastikan berjalan sesuai dengan prosedur. 

Baca juga: Penonton Formula E Jakarta Mulai Mengantre


“BUMN memerlukan waktu untuk melakukan proses pengkajian sponsorhip, termasuk juga melakukan pengkajian secara kelayakan bisnis dan model kerjasama agar memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ujarnya. 

Arya menambahkan proses pengkajian proposal sponsorship itu bervariasi di antara BUMN sesuai dengan peraturan di tiap tiap perusahaan. 

“Pada umumnya BUMN menerima proposal even besar berskala nasional dan internasional paling cepat tiga bulan sebelumnya atau bahkan setahun sebelumnya,” tuturnya. 

Dengan demikian, ada waktu yang cukup untuk melakukan kajian sebelum mengambil keputusan yang didasari oleh aspek bisnis dan kontribusi nilai sosial BUMN kepada masyarakat. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved