Lifestyle

Survei: Pasien Rawat Inap di Indonesia Punya Risiko Malnutrisi Sedang Hingga 76 Persen

Perbaikan Nutrisi pada Pasien Rawat Inap Turunkan Risiko Komplikasi Kesehatan dan Biaya Pengobatan

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
pexels/anna-shvets
Malnutrisi merupakan hal yang sering terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANGMalnutrisi merupakan hal yang sering terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit.

Berbagai penelitian menemukan bahwa komplikasi terkait malnutrisi meningkatkan lama rawat inap dan frekuensi pasien perlu dirawat kembali di rumah sakit, bahkan meningkatkan risiko kematian.

Selain itu, malnutrisi juga meningkatkan kebutuhan biaya yang lebih tinggi terutama untuk membiayai rawat inap yang lebih lama dan kebutuhan obat-obatan yang lebih banyak.

Faktanya, kejadian malnutrisi masih banyak terjadi di berbagai negara seperti pada banyak rumah sakit di Asia.

Baca juga: Bukan Jargon, Studi Psikologi Membuktikan, Mencintai Diri Sendiri Adalah Kunci Kesehatan Mental

Kondisi ini didapat dari hasil riset yang dilakukan di Asia yang didukung oleh Fresenius Kabi Deutschland GmbH, Germany.

Berdasarkan penelitian mengenai malnutrisi pada pasien rawat inap yang dilakukan di 7 negara: Indonesia, Korea Selatan, India, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Thailand.

Pada penelitian tersebut, menunjukkan bahwa di Indonesia risiko malnutrisi sedang hingga tinggi terjadi pada 76 persen pasien.

Ini berarti 3 dari 4 pasien bedah berpotensi akan mengalami malnutrisi dalam kondisi sedang hingga tinggi.

Baca juga: Pandemi Membuat Konsumen Semakin Sadar Pentingnya Hunian Dengan Fasilitas yang Dukung Kesehatan

Penelitian tersebut menegaskan bahwa perbaikan nutrisi pada pasien perlu menjadi perhatian.

Dr. Nurhayat Usman, SpB-KBD, FINACS dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia mengatakan malnutrisi adalah kondisi yang merujuk pada kekurangan gizi seperti protein, karbohidrat, mineral atau zat mikronutrisi.

Malnutrisi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi medis pada pasien.

Pemenuhan nutrisi sangat penting untuk mencegah malnutrisi, terutama pada pasien rawat inap di rumah sakit.

Baca juga: Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Kemudahan Perizinan Pelaku Usaha Sektor Kesehatan

"Dukungan nutrisi sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dan pemulihan kesehatan secara menyeluruh dari pasien. Komplikasi termasuk infeksi, ulkus dekubitus, patah tulang, serta komplikasi paru, ginjal dan hati," jelas dr Nurhayat dalam media briefing dengan tema 'Perbaikan Nutrisi Turunkan Risiko Komplikasi Kesehatan dan Biaya Pengobatan' belum lama ini.

Nutrisi yang diberikan pada pasien rawat inap bisa berupa makanan atau minuman, nutrisi enteral dan nutrisi parenteral.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved