Kesenian tradisional

Dibangun Sejak Tahun 1996, Sanggar Cahya Art Pernah Manggung di Jepang

Sanggar Cahya Art merupakan sebuah wadah kesenian bagi orang-orang untuk lebih mendalami dan mencintai budaya dan seni Bali.

Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Leonardus Wical Zelena Arga
Sanggar Cahya Art, sedang persiapan jelang gelaran Indonesia International Marathon (IIM) 2022 di Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, Minggu (26/6/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BALI - Sanggar Cahya Art merupakan sebuah wadah kesenian bagi orang-orang untuk lebih mendalami dan mencintai budaya dan seni Bali.

Pendiri sekaligus pelatih Sanggar Cahya Art I Ketut Lanus bercerita, sanggar yang ia dirikan sejak tahun 1996 itu baru mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali pada tahun 2003.

"Karena memang awalnya di tahun 1996 saya baru merintis perlahan. Lalu, tahun 2003 saya mengajukan izin, dan ternyata diberikan oleh Pemprov Bali terutama dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar," ujar Lanus, Minggu (26/6/2022).

Ditemui wartakotalive.com di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Lanus mengatakan, awalnya ia hanya mengumpulkan teman-teman dari Bali yang mempunyai latar belakang seni saja.

Baca juga: Dewan Kesenian Jakarta 2022, Hadirkan  Pameran Arsip dan Koleksi Seni di Taman Ismail Marzuki

Karena Lanus berpikir, untuk memulai sesuatu yang baru, ada baiknya dimulai dari yang sesuai dengan bidang tersebut.

Tapi sekarang, ia tidak hanya menerima orang-orang yang berlatar belakang seni saja.

Lanus menerima semua orang dengan latar belakang apapun, asalkan mereka mau belajar dan berproses bersama Sanggar Cahya Art.

"Kalau lomba, kita sudah beberapa kali juara. Tetapi untuk akhir-akhir ini, lebih ramai job terus, cukup banyak untuk undangan job," ujar Lanus ketika ditanya tentang prestasi.

Baca juga: Di Tangan Shadim, Regenerasi Wayang Kulit Cepak, Indramayu, Jawa Barat

Lanus menginformasikan, Sanggar Cahya Art sudah sering mengadakan pentas di luar Bali.

Di antaranya: Jogja (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jakarta (Daerah Khusus Ibukota Jakarta), Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat), hingga Jepang.

Lanus bercerita, untuk pementasan yang di Jepang, Sanggar Cahya Art mendapatkan sponsor.

Sponsor itu mereka dapatkan dari hasil ia bersama dengan tim yang konsisten latihan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Baca juga: Jangan Lewatkan Pameran Wayang Rupa Kita di Bentara Budaya Jakarta Mulai 19 November 2021

"Waktu itu hampir tiga kali kita ke Jepang. Mulai tahun 2010, lalu 2014, dan yang ketiga itu tahun 2016. Seharusnya rencana kemarin 2020 berangkat lagi. Tapi karena pandemi Covid-19, ya enggak jadi berangkat," ujar Lanus.

Lanus mengatakan, saat di Jepang, Sanggar Cahya Art tidak hanya pentas, tetapi juga mengajar seni hingga berkolaborasi dengan seniman yang ada di sana.

"Saya melihat, di sana itu sangat mencintai kesenian dan budaya Bali. Makanya saya sebagi orang Bali bangga dengan itu," ujar Lanus.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved