Tangerang Raya

120 Pegawai Kantor Imigrasi Tangerang Jalani Tes Urine Bekerja Sama dengan BNN Kota Tangerang

Sebanyak 120 pegawai Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Tangerang menjalani pemeriksaan tes urine untuk mengetahui dugaan penyalahgunaan narkotika.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kantor Imigrasi Tangerang menggelar pemeriksaan tes urine untuk mengetahui dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Imigrasi Tangerang, Selasa (5/7/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebanyak 120 pegawai Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Tangerang menjalani pemeriksaan tes urine untuk mengetahui dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Banten, Ujo Sujoto mengatakan, pemeriksaan tindak penyalahgunaan narkotika dilakukan kepada pejabat struktural dan pegawai.

Pelaksanaan tes urine itu menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang sebagai sosialisasi  Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurut Ujo Sujoto, P4GN dan tes urine itu program BNN yang dilaksanakan secara berkala di Indonesia.

Pemeriksaan tes urine merupakan kegiatan rutin setiap tahunyang dilakukan kantor imigrasi di Banten.

Seperti Kantor Imigrasi Non TPI Tangerang, Kantor Imigrasi Serang sebanyak 60 orang dan Kantor Imigrasi Cilegon sebanyak 50 orang.

Kegiatan itu sebagai upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika ke dalam wilayah kantor imigrasi.

Baca juga: 2 Narapidana Lapas Cilegon Selundupkan Narkotika Jenis Sabu dalam Penjara

Baca juga: 16.187 Botol Minuman Keras dan Narkotika Dimusnahkan Jelang Ramadhan

Pemeriksaan tes urine ini dilakukan secara rutin setiap tahun dan sudah berlangsung dalam 3 tahun terakhir sesuai perintah Menteri Kemenkumham RI Yassona Laoly.

Tujuannya untuk  mewaspadai bahaya narkotika di lingkungan kantor imigrasi.

"Karena unit pelaksana teknis di lingkungan pejabat Kemenkumham RI harus bersih dari narkoba," kata Ujo Sujoto, Selasa (5/7/2022).

Pegawai imigrasi yang kedapatan menggunakan narkoba akan langsung dipecat.

Pemecatan itu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pegawai terhadap tindakan penyalahgunaan narkotika.

"Sudah jelas sanksi akan diberikan kepada pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, karena telah melanggar Peraturan Pemerintah tentang disiplin PNS, dan juga UU penyalahgunaan narkotika," ucapnya.

"Dan pemecatan sangat bisa dilakukan, karena sudah banyak terjadi apabila ada ASN di wIlayah Kemenkumham RI terlibat dalam penyalahgunaan narkotika," Ujo Sujoto


 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved