Senin, 4 Mei 2026

Imunisasi

Selama Pandemi Covid, 1,7 Juta Anak Belum Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

Pandemi Covid-19 ternyata  membuat cakupan imunisasi berkurang. Bulan Agustus akan dilakukan BIAN

Tayang:
Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
AFP/China out
Ilustrasi - Indonesia rencana akan lakukan vaksinasi covid anak usia 6-11 tahun mulai akhir Desember foto Seorang anak menerima vaksin Covid-19 di sebuah sekolah di Handan, Provinsi Hebi, China, Rabu (27/10/2021), setelah kota itu mulai memvaksinasi anak-anak berusia 3 hingga 11 tahun. Penyebaran Covid-19 di China kembali menjadi peringatan setelah klaster baru terkait sekelompok wisatawan ditemukan 17 Oktober lalu 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA  – Pandemi Covid-19 ternyata  membuat cakupan imunisasi berkurang.

Dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19, dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Padahal, pemberian imunisasi dasar seperti Hepatitis B, BCG, Polio, Pertusis, Difteri, Campak, Tetanus, dan Rubela terbukti dapat melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya tersebut.

Baca juga: Pekan Imunisasi Dunia 2022 Jadi Momentum Pemprov Banten Kembali Tingkatkan Imunisasi Anak

Baca juga: Imunisasi Disebut Investasi Kesehatan

Dr. Prima Yosephine, MKM – Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI mengatakan, berdasarkan Buletin data Imunisasi per tanggal 9 Mei 2022, menunjukkan gap yang semakin besar antara target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dengan Cakupan IDL pada bulan Januari-Desember 2021, yaitu sebesar 9,8 persen.

Ini artinya jumlah cakupan lebih sedikit dari target imunisasi nasional.

Ini menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Di awal tahun 2022 kasus campak dan rubella yang dikonfirmasi laboratorium meningkat lebih 15 kali lipat dibandingkan keadaan pada periode yang sama di tahun 2021 yang lalu.

Baca juga: Pastikan si Kecil Selalu Tidur dengan Nyaman dan Nyenyak agar Tumbuh Kembang Tidak Terganggu

Demikian juga kasus suspek difteri pada minggu ke 1 sampai minggu ke 18 tahun 2022 meningkat 60 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

"Oleh karena itu pelaksanaan BIAN harus berhasil mencapai target 95 persen untuk imunisasi tambahan campak dan rubella dan target 80 persen untuk imunisasi kejar OPV, IPV dan DPT-HB –Hib, agar kita dapat meningkatkan imunitas anak2 kita dan menutup gap imunitas yang terjadi," papar Dr. Prima, Kamis (7/7/2022).

BIAN adalah Bulan Imunisasi Anak Indonesia.

Program BIAN 2022 memiliki sasaran pelaksanaan yaitu:

1) Imunisasi Tambahan Campak Rubela diberikan untuk anak umur 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun.

2) Melengkapi imunisasi Polio dan DPT - HB - Hib bagi anak umur 12 sampai dengan 59 bulan. Khusus Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau sampai kurang dari 15 Tahun. 

Baca juga: Forum PAUD Jadi Garda Terdepan Beri Wawasan Orangtua tentang Tumbuh Kembang Anak

Prof. DR. dr. Iris Rengganis, Sp.PD,K-AI – Chairman PERALMUNI (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia)mengatakan, pada dasarnya imunisasi berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved