Tangerang Raya
Video Viral, SMAN 13 Tangerang Tidak Transparan Melayani Orangtua Calon Murid saat PPDB
Video viral di media sosial menampilkan keluhan orangtua yang tidak dilayani saat hendak mendaftarkan anak di SMAN 13 Kota Tangerang.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Intan UngalingDian
TRIBUNTANGERANG.COM, CILEDUG - Satu video tersebar viral di media sosial Instagram dan Tiktok menampilkan keluhan orangtua yang tidak dilayani saat hendak mendaftarkan anak di SMAN 13 Tangerang, Kota Tangerang.
Video viralm tersebut diunggah seseorang yang memiliki akun media sosial bernama Lhiza Patasik.
Lhiza Patasik memberikan narasi di dalam video tersebut.
Dia mengeluhkan kepada pengurus dan panitia pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN 13 Tangerang yang tidak ada saat masa pendaftaran PPDB masih berlangsung.
saat itu, kata Lhiza, beberapa orangtua calon siswa lainnya hendak mendaftarkan putera-puterinya melalui jalur prestasi.
"Ini lingkungan sekolah SMAN 13, para orangtua sedang berjuang untuk anaknya yang memiliki prestasi, tapi tidak ada satu-pun guru yang terlihat di sekolah ini," ujar Lhiza Patasik dalam video itu.
Baca juga: Arief R Wismansyah Bakal Laporkan Oknum Panitia Bermain Curang dalam PPDB ke Polisi
Baca juga: Inilah Tiga Zona yang Berlaku di PPDB SMP Negeri Kota Tangerang
Dia menilai, pihak pengurus dan panitia PPDB SMAN 13 Tangerang tidak transparan dalam menjalani program PPDB.
Lhiza Patasik minta guru dan pengurus sekolah lainnya menemui orangtua dan wali calon siswa yang telah datang ke sekolah tersebut.
"Ada permainan apa nih di sekolah ini sampai nggak ada yang keluar gurunya, yuk coba guru-guru keluar yuk, masa enggak ada yang keluar gurunya nih," kata dia.
"Orangtua murid nyariin loh ibu dan bapak guru, masa sekarang apa-apa (harus) viral dulu, baru bisa diurus," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Tribuntangerang.com pun mendatangi SMAN 13 Tangerang di Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (7/7/2022).
Melalui pantauan Wartakotalive.com pukul 10.00 WIB, tidak terlihat satu pun perangkat sekolah yang hadir, seperti kepala sekolah, guru, petugas keamanan, serta petugas kebersihan.
Seluruh ruangan atau kelas di sekolah tersebut tertutup rapat, bahkan hingga ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Pintu gerbang sekolah juga terlihat terbuka lebar, tanpa ada penjagaan dari pihak keamanan sekolah.
Puluhan orangtua calon siswa silih datang silih berganti ke sekolah tersebut dan mencari guru atau pengurus sekolah lainnya.
Mereka menunggu kedatangan guru atau pengurus sekolah sambil duduk-duduk di bangku yang berada di depan setiap kelas.
Puluhan orangtua yang datang tersebut terdiri atas pria dan wanita yang ingin mendaftar PPDB, orangtua siswa yang hendak mendaftar ulang atau mencabut berkas pendaftaran PPDB Tahun Ajaran 2022/2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/SMAN-13-Tangerang177.jpg)