Minggu, 26 April 2026

Edukasi

5 Cara Cegah Anak jadi Korban Perundungan

Menjelang hari anak nasional yang jatuh 23 Juli 2022 seorang anak di Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi korban bully hingga depresi dan meninggal dunia.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Dok. Tribunnews.com
Ilustrasi cegah bullying 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kasus bully atau perundungan  masih terus terjadi. Bahkan aksinya semakin di luar akal, bahkan kriminalitas.

Menjelang hari anak nasional yang jatuh 23 Juli 2022 seorang anak di Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi korban bully hingga depresi dan meninggal dunia.

Anak inisial PH yang masih berusia 11 tahun itu dipaksa teman-temannya untuk menyetubuhi kucing.

Mirisnya lagi, aksi korban direkam oleh teman-temannya dan disebarkan di media sosial.

Perundungan memang kerap menjadi anomali di tengah pergaulan anak belakangan ini.

Perkembangan media sosial, justru seakan menyuburkan aksi bully itu sendiri.

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua agar anak bisa terlepas dari jerat bully? Berikut Wartakotalive.com rangkum lima cara orangtua untuk cegah anak jadi korban bully

1. Membangun komunikasi

Anak yang menjadi korban bully kerap merahasiakan masalahnya dengan orangtua.

Maka dari itu, orangtua harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

Orangtua harus menjadi sosok yang paling dipercayai oleh anak sehingga anak tidak segan menceritakaan keadaannya di lingkungan sekolahnya.

2. Berikan dukungan pada anak

Orangtua juga harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

Apabila anak menjadi korban bullying di sekolah, maka orangtua harus bisa berbicara dengan anak.

Orangttua harus bisa meyakinkan anak bahwa dia tidak sendiri dalam menghadapi masalah tersebut.

Beri dukungan kepada anak untuk sama-sama mencari solusi dari aksi bullying yang diterima.

Cara tersebut diharapkan bisa cegah perundungan di lingkungan sosial anak.

Baca juga: Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang Dikhawatirkan Seperti Fenomena Gunung Es

3. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying

Terkadang anak kerap bingung saat menjadi korban bullying.

Mereka kerap bingung mencari cara agar bisa keluar dari situasi perundungan yang dialami.

Maka dari itu, orangtua juga harus hadir memberikan pengetahuan tentang bullying kepada anak.

Orangtua harus memberi tahu cara-cara menghindari bullying, seperti memahami perilaku apa yang termasuk dalam perundungan sehingga anak bisa menghindarinya.

4. Ajarkan anak untuk melawan bullying

Ajari anak untuk melawan pelaku perundungan.

Menurut American Psychological Association (APA), orangtua perlu mengajari anak untuk melawan bullying jika mereka dihadapkan dengan pelakunya. 

Melawan bukan berarti harus melakukan tindakan fisik, tapi bisa juga dalam bentuk mengacuhkan pelaku bullying.

Tidak hanya itu, bantulah anak untuk berani mengadu pada teman atau guru jika mereka menjadi korban bullying.

Baca juga: KPAID Kabupatan Tasikmalaya Luruskan Berita Korban Bullying Setubuhi Kucing

5. Biarkan anak melakukan hobinya

Penting bagi orangtua untuk bisa membangun rasa percaya diri pada anak.

Rasa percaya diri bisa menjadi tameng agar anak terhindar dari aksi bully.

Menurut situs Stop Bullying, orangtua disarankan untuk membiarkan anak-anak melakukan hobinya yang positif.

Solusi bullying ini dipercaya dapat membangun rasa percaya diri anak, membantunya mendapatkan teman baru, dan mencegah mereka menjadi pelaku atau korban bullying.

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved