Benyamin Davnie Targetkan 126.000 Anak di Kota Tangerang Selatan Diimunisasi dalam Momen BIAN

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan ratusanribu anak diimunisasi dalam momen BIAN sebagai program percepatan imunisasi anak.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menggelar kick off Bulan Imunisasi Anak Nasional di Posyandu Dewi Shinta, kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Senin (1/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemkot Tangsel menggelar kick off bulan imunisasi anak nasional di Posyandu Dewi Shinta, kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Senin (1/8/2022).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan ratusanribu anak diimunisasi dalam momen BIAN.

BIAN yakni pemberian imunisasi tambahan campak-rubela, serta melengkapi dosis imunisasi polio, dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

Usia anak yang diimunisasi yakni usia 5-59 bulanan.

"Pelayanannya di seluruh fasilitas kesehatan masyarakat termasuk di posyandu. Kapan ada jadwal penimbangan, di situ akan ada pelayanan imunisasi. Ini untuk mempercepat target pencapaian," kata Benyamin Davnie di lokasi imunisasi Posyandi Dewi Shinta.

Percepatan imunisasi, kata Benyamin Davnie, dilakukan karena dua tahun belakangan, anak-anak tidak banyak diimunisasi akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdiar mengatakan, total 126.000 anak usia hingga lima tahun menjadi target imunisasi BIAN.

Baca juga: Selama Pandemi Covid, 1,7 Juta Anak Belum Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

Baca juga: Pekan Imunisasi Dunia 2022 Jadi Momentum Pemprov Banten Kembali Tingkatkan Imunisasi Anak

Program imunisasi itu berlangsung 1 Agustus-14 September 2022, untuk melengkapi imunisasi dasar lengkap anak.

"Supaya terbentuk kekebalan kelompok, sehingga penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi bisa terhindari," katanya.

Dua jenis imunisasi yang dilakukan yakni imunisasi kejar dan imunisasi tambahan.

Imunisasi kejar, artinya imunisasi anak yang daftar imunisasinya belum lengkap, sementara imunisasi tambahan, tidak mengenal status imunisasi.

"Jadi dari usia sembilan hingga 59 bulan, tidak melihat apakah dia sudah dapat imunisasi campak-rubela atau belum, semuanya disuntik."

Tapi kalau imunisasi kejar, usia 12 sampai 59 bulan hanya melengkapi imuniasi yang belum lengkap pada anak tersebut," kata Allin Hendali Mahdaniar.


 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved