Literasi
Masyarakat yang Cerdas akan Berkorelasi dengan Kemajuan Daerah
Percepatan pembangunan harus didukung oleh keunggulan dari sisi SDM yang kompetitif dan berdaya saing.
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Ign Agung Nugroho
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, kata literasi dimaknai sebagai manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Artinya, daerah pun kini tidak bisa main-main kebutuhan literasi.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Sumber Daya Perpustakaan, Deni Kurniadi dalam keterangan persnya, selepas peresmian gedung layanan perpustakaan umum dan kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis, (4/7/2022).
Menurutnya, tidak mungkin menjalankan pembangunan tanpa dibarengi dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Percepatan pembangunan harus didukung oleh keunggulan dari sisi SDM yang kompetitif dan berdaya saing," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Deni, sudah saatnya daerah berlomba-lomba berkontribusi menciptakan SDM yang literat.
Karena masyarakat yang cerdas akan selalu berkorelasi dengan kemajuan daerah.
"Peningkatan literasi bertalian erat dengan peran perpustakaan sebagai institusi penggerak perubahan," katanya.
"Sudah banyak masyarakat, baik secara individu maupun kelompok merasakan dampak positif dari transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial," tambahnya.
Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Endang Camsuddin, mengakui diperlukan percepatan dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, termasuk layanan perpustakaan keliling.
Baca juga: Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Banten 2022 Digelar di UNPAM, Ini Tugasnya Bila Terpilh
Namun, Endang mengakui diperlukan terobosan dalam mengenalkan perpustakaan ke masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Peresmian-gedung-layanan-perpustakaan-umum-Kabupaten-Tanah-Bumbu-Kalsel.jpg)